Dosen Filipina Mengajar di Unika Soegijapranata:Kemajuan Teknologi Tak Boleh Membuat Etika Hilang
Selasa, 12 Maret 2019 | 7:51 WIB

image

Saat ini kemajuan teknologi dirasakan oleh masyarakat dunia. Tetapi kemajuan teknologi tak boleh membuat seseorang menjadi tak beretika.

Hal tersebut diungkapkan salah satu dosen University of San Carlos, Filipina, Melanie Banzuela De Ocampo saat mengajar di Prodi Manajemen Universitas Katolik Soegijapranata, Semarang, Senin (11/3/2019).

Melanie menjadi satu dari tiga universitas asal Filipina itu dalam program pertukaran dosen di Unika. Dua lainnya adalah Marissa Baldecir dan Allan O. Gozon.

"Yang kami bahas adalah revolusi industri 4.0. Tentang intelegensi, branding, dan hal-hal yang berkaitan tentang finansial," urainya.

Mereka bertiga mengajar di Unika hingga Jumat (15/3/2019) mendatang. Mereka mengajar di kelas Akuntansi dan Manajemen.

Menurut Melanie, pertumbuhan teknologi yang menjadi latar belakang revolusi industri 4.0 sangat masif.

Hal tersebut menurutnya dibuktikan dengan jenis pekerjaan milenial yang tak dibayangkan orang sebelumnya. Seperti misalnya menjadi blogger, Youtuber, dan lain-lain.

Meski begitu, pendidikan etika dinilainya sangat penting untuk mengimbangi kemajuan teknologi.
"Misalnya batas-batas untuk bersaing mendapatkan uang semakin kecil. Harus ada pendidikan etika agar menuju ke arah baik," paparnya.

Pendidikan etika selaras dengan upaya Unika Soegijapranata. Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unika Soegijapranata, Oktavianus Digdo Hartono menilai kemajuan teknologi tak boleh menghilangkan etika dalam diri manusia.

"Maka sejak semester 1 di Unika kami berikan mata kuliah pendidikan moral. Kita juga memantau etika mahasiswa kami hingga lulus," paparnya.

Disinggung terkait pembahasan revolusi industri 4.0, menurutnya karena saat ini hal tersebut dihadapi masyarakat dunia. Lewat pembahasan revolusi industri 4.0 ia ingin negara-negara dalam lingkup Asia Tenggara menyikapi hal tersebut.

"Karena revolusi industri masuk ke segala ruang lingkup. Termasuk pendidikan dan juga industri," katanya.

Ia pun menjelaskan pertukaran dosen merupakan implementasi kerjasama kedua universitas selama empat tahun terakhir. Unika sudah mengirimkan dua dosennya ke University of San Carlos pada Februari lalu.

"Bulan Juni depan mahasiswa Filipina akan datang ke sini, untuk bisa mengembangkan wawasan global," ungkapnya.

http://jateng.tribunnews.com

Kategori: