DOKTOR DARI NEDERLAND BAHAS PEMBANGUNAN KOTA DARI PENDEKATAN GAME THEORY
Jumat, 8 Maret 2019 | 11:08 WIB

Dr Ir D Ary Adriansyah Samsura saat memaparkan mateinya tentang pendekatan game theory pada perencanaan perkotaan. Rabu (6/3/2019)

 

Forum diskusi Rabu yang sudah rutin diselenggarakan secara periodik oleh Program Magister Lingkungan dan Perkotaan (PMLP) Unika Soegijapranata, pada hari Rabu (6/3) kembali memunculkan topik bahasan baru dalam diskusinya.

Dengan menyoroti tema diskusi yaitu  “Tantangan Perancangan Ruang Ditengah Meningkatnya Kompleksitas dan Kerentanaan Wilayah dan Kota : Sebuah Pendekatan Game Theory,” telah diulas bersama dengan mendatangkan seorang peneliti sekaligus pengajar di  Department of Geography, Spatial Planning and Environment, Radboud University, Nijmegen, Netherland Dr Ir D Ary Adriansyah Samsura.

Dalam pengantar awal acara, Sekretaris Program PMLP Hotmauli Sidabalok SH CN MHum menjelaskan terkait tema diskusi. “Sebagai program magister yang concern terhadap lingkungan dan perkotaan, kami pada forum diskusi rabu ini secara khusus mendapat kunjungan dari salah seorang pengajar dan peneliti dari Radboud University, Netherland, yang akan membagikan keilmuan dan pengalamannya menyangkut pendekatan game theory pada perencanaan perkotaan di era milenial ini. Harapannya para mahasiswa dan peserta forum diskusi dapat menambah wawasan dan pengetahuan serta bisa mengupgrade ilmu supaya bisa menjadi salah satu referensi terkait pencanaan tata kota dan lingkungan berikut regulasinya,” jelas Hotmauli.

Sedang Dr Ary Adriansyah dalam paparan materinya menguraikan pendekatan game theory dalam perencanaan suatu kota modern.

Game theory pada dasarnya adalah pendekatan mathematic yang digunakan untuk mempelajari interaksi antar aktor yang memiliki interdependensi (keputusan yang diambil oleh satu pihak atau satu orang memiliki saling kebergantungan terhadap keputusan orang lain-Red.). Memang pendekatan game theory ini sangat kuantitatif, tetapi melalui pendekatan ini pula kita bisa memahami bagaimana perilaku stakeholders dalam berinteraksi untuk mengambil keputusan bersama dengan menggunakan asumsi bahwa setiap orang atau stakeholders rasional tersebut memiliki interdependensi antara satu sama lain.”

“Dalam proses perencanaan dan pembangunan wilayah dan kota, situasi saling kebergantungan antar stakeholders tersebut sering sekali  kita temukan apalagi dengan munculnya berbagai tantangan-tantangan baru dalam proses perencanaan dan pembangunan wilayah dan kota” terang Dr Ary yang juga merupakan salah satu dosen PMLP Unika.

“Dan disamping itu vulnerabilitas (celah keamanan-Red.) juga semakin meningkat dengan adanya tantangan-tantangan tersebut, seperti misalnya dengan adanya perubahan dari masyarakat agraris menuju ke masyarakat modern yang tentu saja membawa dampak munculnya kompleksitas-kompleksitas tersendiri seperti kesenjangan sosial yang tinggi antara yang kaya dan yang miskin, semakin padatnya kota. Penggunaan media sosial yang semakin massive yang membuat seolah-olah setiap orang bebas mengemukakan pendapatnya yang bahkan bisa mempengaruhi kebijakan publik. Hal-hal inilah yang menambah kompleksitas pembangunan wilayah dan kota, serta membuat orang terkait satu dengan yang lain dan semakin bergantung satu sama lain.” lanjutnya.

Dr Ary juga mengemukakan faktor lain yang menjadi tantangan dalam perencanaan dan pembangunan wilayah dan kota yang pada saat yang sama juga meningkatkan vulnerabilitas wilayah dan kota tersebut yaitu climate change (perubahan Iklim-Red.), yang meskipun isunya sudah cukup lama didengar tapi saat ini dampaknya sudah semakin sangat terasa. Jadi tidak hanya menjadi tanggungjawab otoritas dalam hal ini pemerintah saja, tetapi juga masyarakat, private sector, juga pihak-pihak yang berkepentingan seperti NGO atau apa pun, ini semakin banyak terlibat dan terkait satu sama lain. Olehkarenanya dengan pendekatan game theory harapannya kita dapat menganalisis dan selanjutnya dapat mengurai kompleksitas masalah dan juga mengurangi vulnerabilitas yang ada dalam pembangunan wilayah dan kota. (fas)

Kategori: ,