Bergotong-royong Bisa Cegah Depresi dan Bunuh Diri
Jumat, 8 Maret 2019 | 17:13 WIB

TRB 8_03_2019 Bergotong Royong Bisa Cegah Depresi

• • Christine Dosen Unika Soegijapranata Raih Gelar Doktor di UGM
DOSEN Fakultas Psikologi Unika Soegijapranata, Christine Wibhowo berhasil meraih gelar doktor di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, 1 Maret 2019 lalu. Disertasinya mengenai kepribadian ambang dan gangguan kepribadian ambang, mengantarkannya mendapatkan gelar doktor tersebut.

KEPADA Tribun Jateng, Christine menjelaskan bahwa gangguan kepribadian ambang merupakan sebuah gangguan emosional yang membuat emosi labil. Dan bisa mengakibatkan stress serta masalah lainnya.

Disertasi Christine berjudul “Determinan Kepribadian Ambang”, yang mengupas tuntas mengenai gangguan kepribadian ambang yang banyak dijumpai pada perilaku masyarakat dewasa ini. Ganggutan kepribadian ambang antara lain mudah panik jika sendirian atau jomblo, serta sering putus-nyambung di suatu hubungan dengan orang lain.

"Ada tingkat bahaya yang sangat tinggi di mana banyak orang melakukan perilaku berisiko, hingga adanya percobaan bunuh diri," katanya, Kamis (7/3).

Menurut ibu tiga anak ini, hasil penelitian tersebut memperkaya teori dalam bidang psikologi khususnya tentang faktor-faktor risiko kepribadian ambang. Dosen yang telah mengajar di kampus Unika Soegijapranata sejak 1995 ini menuturkan, disertasinya membutuhkan waktu 1,5 tahun.

Adapun sampel penelitiannya meliputi 210 orang Semarang yang telah berkeluarga. Sekaligus Christine ingin menjelaskan ahwa gangguan kepribadian ambang juga dapat menjangkiti mereka yang sudah berkeluarga.

Yang menarik dalam disertasinya, meskipun para responden memiliki gangguan kepribadian ambang, cara pencegahannya ada di tengah-tengah masyarakat. Yakni dengan cara memanfaatkan kearifan lokal.

Menurut alumni Si Fakultas Psikologi Unika Soegijapranata angkatan 1985 ini, kearifan lokal yang ada di tengah-tengah masyarakat sangat membantu mencegah keinginan bunuh diri pada responden.

Ada sejumlah hal dan kearifan lokal yang menurutnya dapat mencegah seseorang mengalami gangguan kepribadian ambang. Seperti contohnya "nyunggi (mikul) dhuwur mendhem jero", budaya rewang atau gotong-royong, dan "ajining diri gumantung ing lathi,".

Nyunggi dhuwur mendhem jero bisa diartikan mencegah orang supaya tidak impulsif, atau berperilaku secara beresiko. Sementara budaya rewang artinya budaya gotong-royong bersama masyarakat sekitar.

"Misalnya depresi berkepanjangan, yang membuat orang tersebut ingin mengakhiri hidupnya dengan cara mengajaknya diskusi dan curhat," urai Christine.

"Lalu mereka bisa diajak bergotong royong melakukan sesuatu. Sifatnya adalah mengajak mereka berinteraksi dengan orang banyak, bisa menghilangkan gangguan tersebut," tambah dia.

Sementara `ajining diri saka lathi’ memiliki arti mencegahnya melakukan tindakan yang membahayakan diri sendiri. "Kami mengajak mereka mengendalikan diri. Pusatnya ada di pikiran. Apabila cara berpikirnya jernih maka pengendalian diri bisa dilakukan," terangnya.

Christine pun tercatat sebagai doktor ke 4.341 di Universitas Gadjah Mada. la menyelesaikan kuliahnya selama 3,5 tahun dengan IPK 3,79. Dia berharap, penelitian ini dapat menjadi acuan bagi psikolog untuk mendeteksi adanya gangguan kepribadian ambang pada diri seseorang. Dan juga memberikan terapi yang berhubungan dengan kearifan lokal bagi individu dengan gangguan kepribadian ambang.

"Pada intinya mengajak mereka yang terganggu kepribadian ambangnya untuk bersosialisasi, diajak berinteraksi akan menyembuhkan mereka. Pada dasarnya mereka ingin ada orang lain yang peduli ke mereka," papar Christine.

Rektor Unika Soegijapranata Ridwan Sanjaya mengatakan Christine menambah jumlah doktor pada Fakultas Psikologi Unika Soegijapranata Semarang, khususnya dalam bidang Psikologi Klinis. Christin menjadi doktor ke 9 Fakultas Psikologi Unika Soegijapranata, dan doktor ke 66 di Unika Soegijapranata.

"Hal tersebut memperkuat posisi Psikologi sebagai program studi unggulan di kampus ini," papar Ridwan Sanjaya.

►Tribun Jateng 8 Mret 2019 hal 1 & 7

Kategori: