UNIKA KEMBALI REFLEKSIKAN KARYANYA
Jumat, 22 Februari 2019 | 6:08 WIB

Romo Ferry Sutrisna Wijaya saat memaparkan materinya dalam acara Refleksi Karya 2019

Kegiatan refleksi karya Unika Soegijapranata tahun 2019 dengan tema “Kampusku: Sinergis dan Ekologis” telah diselenggarakan di D’Emmerick Salatiga, sebagai kelanjutan aksi penanaman pohon bersama di lingkungan kampus Unika  Soegijapranata oleh para dosen dan tenaga kependidikan (tendik), Kamis pagi (21/2).

Acara refleksi karya yang diikuti oleh seluruh dosen dan tenaga kependidikan Unika tersebut menghadirkan Romo Ferry Sutrisna Wijaya yang merupakan  salah satu tokoh pendiri Ecocamp Bandung sebagai narasumbernya.

Dalam sambutan pembukaannya,  rektor Unika Soegijapranata Prof Dr F Ridwan Sanjaya MS IEC mengungkapkan apresiasinya kepada panitia dan peserta, atas kelancaran kegiatan penanaman pohon pada pagi hari di kampus Unika. “Kita sangat berbangga karena acara penanaman pohon dapat terselenggara dengan baik dan lancar sebagai pengimplementasian laudato si yaitu mengelola alam sebagai ibu bumi,” terang Prof Ridwan.

“Selain itu Unika saat ini juga sudah mencoba semakin ekologis, dengan upaya paperless dan mengurangi penggunaan plastik dengan gerakan tumbler serta upaya lainnya dengan tetap memperhatikan lingkungan.”

Prof Ridwan Sanjaya Rektor Unika beserta Kepala Balai Sertifikasi dan Perbenihan Tanaman Hutan, Heru Djatmiko SH MSE saat melakukan penanaman pohon

“Kita berharap melalui refleksi ini kita akan semakin diteguhkan, sesuai tema refleksi kita saat ini yaitu kampusku: sinergis dan ekologis oleh Romo Ferry, ” jelas Prof Ridwan.

Sedangkan Romo Ferry dalam topik materinya tentang Keterlibatan Sinergis Memelihara Ibu Bumi, kembali menggugah peserta refleksi yang terdiri dari dosen dan tendik dengan permenungan tentang kondisi lingkungan alam sekitar yang dari waktu ke waktu semakin memburuk tanpa disadari oleh manusia.

Dengan bunyi genta dan analogi simulasi percakapan antara simbah dan cucu,  Romo Ferry mengajak peserta untuk menyelami kerusakan alam yang terjadi dan upaya apa  yang harus dilakukan untuk mengatasinya.

“Salah satu penyebab pemanasan global adalah sistem pangan dan pola pangan. Oleh sebab itu penting sekali bagi kita untuk membudayakan pola ekologis dalam lingkungan hidup kita demi anak cucu kita,” jelas Romo Ferry  tatakala menyampaikan materinya.

Selanjutnya Romo Ferry juga berharap supaya Unika Soegijapranata dapat betul-betul merealisasikan budaya ekologis sesuai dengan rencana strategis (renstra) Unika.

Selanjutnya pada sesi akhir acara refleksi di hari pertama, diperkenalkan kepada seluruh peserta, 18 tenaga kependidikan dan 41 dosen baru di lingkungan Unika Soegijapranata. (fas)

 

Kategori: ,