Unika Kantongi SK Prodi Kedokteran
Kamis, 14 Februari 2019 | 10:30 WIB

image

Setelah menunggu beberapa tahun, Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata akhirnya mengantongi surat keputusan (SK) Program Studi Kedokteran. Dengan SK tersebut, Unika siap menerima mahasiswa baru prodi Kedokteran pada tahun akademik 2019/ 2020.

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Prof Mohamad Nasir PhD mengakui izin prodi Kedokteran memang lama karena prosesnya melibatkan enam institusi.

Bukan hanya Kemenristekdikti, tapi melibatkan juga Kementerian Kesehatan, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Konsil Kedokteran Indonesia (KKI), Asosiasi Rumah Sakit Pendidikan Indonesia (ARSPI), dan Asosiasi Fakultas Kedokteran di Indonesia. “Melalui pembukaan prodi Kedokteran, Unika bersama pemerintah berupaya membangun pendidikan lebih baik,” kata Nasir saat memberikan sambutan di hadapan Rektor Unika Prof Dr Ridwan Sanjaya MS IEC dan pengurus Yayasan Sandjojo Prof YL Sukestiyarno PhD di aula gedung Albertus, lantai tiga Unika, Senin (11/2).

Siap Mengabdi
Menurut dia, pembukaan prodi Kedokteran juga selektif, karena tiap ada uji kompetensi profesi dokter, selalu ada ribuan koas atau dokter muda yang tidak lulus.

Pernah ada 10 ribu koas yang tidak lulus uji kompetensi. Terakhir, ada 2.500 koas tidak lulus, setelah diklarifikasi ternyata mahasiswa yang kuliah di Kedokteran itu berasal dari jurusan IPS, bukan eksakta atau IPA. Diharapkan, Rektor Unika tidak salah dalam menerima mahasiswa Kedokteran.

“Banyak pendidikan dokter yang diterima dari latar belakang jurusan yang tidak sesuai, contohnya ilmu sosial. Saya minta Rektor jangan sampai salah, intinya jangan sampai hasilkan lulusan tak berkualitas, Unika universitas terakreditasi A,” ungkapnya.

Suara Merdeka 14 Februarai 2019 hal. 24

Kategori: