Menristek Serahkan SK Prodi Sarjana Kedokteran Unika
Senin, 11 Februari 2019 | 22:09 WIB

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Prof Mohamad Nasir menyerahkan Surat Keputusan Pembukaan Program Studi Sarjana Kedokteran dan Profesi Dokter Unika Soegijapranata Semarang di ruang Auditorium, Gedung Albertus lantai 3 kampus tersebut, Senin (11/2/2019). SK tersebut diserahkan oleh Menristek kepada Wakil Yayasan Sandjojo Prof YL Sukestiyarno didampingi Rektor Unika Ridwan Sanjaya.

Ridwan menyatakan pihaknya berkomitmen menghasilkan lulusan dokter yang berkompeten dan memiliki rasa cinta pada tanah air. Selain itu, lulusan mesti siap mengabdi di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar).

“Ini merupakan perjuangan yang akan kami mulai sejak hari ini. Namun kami yakin, kami tidak berjuang sendiri. Banyak kepala daerah, pengelola rumah sakit, pimpinan perguruan tinggi, ketua organisasi kemasyarakatan, dan keuskupan di berbagai tempat yang telah siap melanjutkan dukungan dan doa untuk perjuangan kami ini,” paparnya.

Melalui prodi kedokteran ini, lanjut dia, Unika dapat semakin komprehensif mendukung program pemerintah untuk memajukan kesehatan masyarakat melalui usaha-usaha promotif dan preventif.

“Beberapa kegiatan yang telah kami laksanakan sebelumnya, terkait dengan pengabdian masyarakat dan KKN sampai di wilayah terluar Indonesia, ke depannya dimungkinkan untuk dapat kami jalankan semakin komprehensif melalui keberadaan tenaga-tenaga yang berkompeten di bidang kesehatan,” paparnya.

Sementara Menristekdikti Prof Mohamad Nasir menyatakan prodi kedokteran memiliki spesifikasi yang berbeda dengan prodi lain. Sebab, mahasiswa kedokteran tidak cukup lulus secara akademis tetapi juga masih diwajibkan pendidikan pra klinis (co-as) dan ujian klinis untuk mendapatkan surat tanda registrasi profesi kedokteran.

AYO BACA : Tiga Tenaga Kependidikan Unika Raih Prestasi Nasional Tiga Tahun Berturut-turut

Selain itu, Nasir menegaskan, kelulusan dalam Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) menjadi penting karena hal itu menjadi syarat bagi mahasiswa agar bisa praktik menjadi dokter. Uji kompetensi tersebut bertujuan untuk memenuhi kualifikasi mahasiswa kedokteran sesuai standar. Dengan demikian kompetensi para sarjana kedokteran di bidang profesinya.

“Dengan adanya UKMPPD, diharapkan prodi kedokteran bisa lebih bertanggungjawab dalam menghasilkan lulusan yang berkompeten sesuai standar kompetensi dokter Indonesia,” ucap Nasir.

Nasir mengingatkan bahwa perguruan tinggi yang mendapatkan izin prodi kedokteran dalam menerima mahasiswa memperhatikan standard yang ditetapkan. Menristekdikti menegaskan agar kalangan perguruan tinggi hanya menerima mahasiswa prodi kedokteran dari lulusan sekolah menengah atas (SMA) jurusan IPA. Hal itu untuk menjaga mutu prodi kedokteran.

“Karena menerima mahasiswa kedokteran dari jurusan IPS itu sama saja buang-buang waktu. Karena siswa tersebut tidak memiliki dasar-dasar ilmu untuk menjadi dokter,” ucap Nasir.

http://ayosemarang.com

 

 

Kategori: