Unika Soegijapranata Dirikan FK, Menteri Nasir: Didik Anak Indonesia Timur
Kamis, 3 Januari 2019 | 8:45 WIB

image

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi M Nasir meminta kampus Universitas Katolik Soegijapranata (Unika) Semarang mendidik anak-anak dari daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) dalam hal pengembangan sumber daya manusia di bidang kesehatan. Permintaan itu merupakan tugas khusus sebelum Fakultas Kedokteran berdiri.

“Saya minta Unika ke depan untuk mendidik anak Indonesia dari kawasan 3T, khususnya di wilayah NTT, Maluku, Papua, di mana masih sangat kekurangan kualitas SDM di bidang kesehatan. Mereka sanggup menyelenggarakan hal ini dan ini penting untuk pemerataan pendidikan di bidang kesehatan,” ujar Nasir, seusai meletakkan batu pertama persiapan pembangunan Fakultas Kedokteran Unika, di Mijen, Semarang, Rabu (2/1/2018).

Nasir menjelaskan, pendirian Fakultas Kedokteran merupakan salah satu upaya untuk menyiapkan SDM Indonesia yang andal di bidangnya. Unika dinilai punya kemampuan mempersiapkan SDM di bidang itu.

Kampus dibawah naungan Yayasan Sandjojo ini pun menyiapkan sarana gedung kuliah di wilayah Mijen, yang nantinya dipakai untuk kuliah Fakultas Kedokteran dan rumah sakit.

“Apabila masyarakat ingin menyelenggarakan pendidikan dan persyaratan cukup, kementerian akan proses lebih cepat. Apa yang dilakukan Unika, tahapan-tahapan sudah diikuti, mengapa tidak,” tambahnya. 

Kendati demikian, Nasir mengatakan, bahwa kementerian hingga kini masih melakukan moratorium pendirian Fakultas Kedokteran.

Namun demikian, jika ada kampus yang mendirikan harus bersedia diberi tugas khusus, salah satunya mendidik anak-anak dari kawasan 3T.

“Moratorium tetap dilakukan, hanya ada tugas khusus. Bukan anak dari kita dikirim kesana (3T), tapi anak dari sana belajar kesini. Ada prosedur yang ditetapkan kementerian,” tandasnya.

Jika pembangunan lancar, gedung perkuliahan akan dipakai pada 2020 mendatang. Rektor Unika Ridwan Sanjaya menjelaskan, pembangunan sarana gedung kuliah akan dikerjakan maksimal 2 tahun.

Gedung diprediksi selesai pada 2020 dan akan dibuka untuk perkuliahan tahun ajaran 2019/2020. “Kalau pembangunan belum selesai, perkuliahan akan diletakkan di kampus tengah kota di Menteri Supeno.

Kalau sudah jadi, baru berpindah kesini,” tambahnya. Setelah gedung perkuliahan, di lokasi seluas 7 hektar ini juga akan dibangun rumah sakit dan sejumlah bangunan penunjang lain.

Semua bangunan ditarget selesai dibangun dalam rentang waktu 2 tahun. “Tahap pertama ini gedung kuliah, lalu nanti ada rumah sakit, lalu fakultas kedokteran..

Sebetulnya punya banyak desain ruang, akan beberapa gedung dan itu bertahap,” tambahnya. Selain menteri Nasir, sejumlah pejabat hadir dalam peletakan batu pertama ini.

Antara lain Uskup Agung Semarang Mgr. Robertus Rubiyatmoko, Sekda Jawa Tengah Sri Puryono, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, pimpinan Yayasan Sandjojo, dan tamu undangan lain.

Sementara itu, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi berkomitmen untuk membantu proses perizinan gedung kuliah dan rumah sakit.

Lokasi di Mijen juga dinilai strategis, sehingga menambah variasi bagi masyarakat Semarang yang ingin belajar dan berobat.

“Kami beroda agar keinginan bisa terwujud, sehingga menambah variasi masyarakat sekolah di perguruan ini. Soal perizinan harus. Setiap warga yang ngurus izin kalau prosedur lengkap pasti nanti dibantu,” ujar alumus Unika ini.

https://regional.kompas.com

Kategori: