Tonggak Sejarah Unika Soegijapranata
Jumat, 4 Januari 2019 | 10:07 WIB

Prof Dr F Ridwan Sanjaya saat melakukan peletakan batu pertama beserta Ketua Yayasan Sandjojo, Kemenristek Dikti RI dan Uskup Agung KAS, pada Rabu (2/1/2019).

Sebuah tonggak sejarah kembali terukir dalam perjalanan Unika Soegijapranata diawal tahun 2019 yaitu dengan telah dilaksanakan acara ‘Peletakkan Batu Pertama’ Pembangunan Fakultas Kedokteran dan Kampus Baru Unika Soegijapranata di Bukit Semarang Baru (BSB), Kecamatan Mijen, Semarang, pada Rabu (2/1) lalu.

Acara ini terasa istimewa karena dihadiri oleh Rektor Unika Soegijapranata Prof Dr F Ridwan Sanjaya MS IEC, Ketua Yayasan Sandjojo Dr Al Agus Suryono MM, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Prof H Mohammad Nasir PhD AK, hadir pula Dirjen Belmawa Prof Dr Ismunandar, Walikota Semarang Hendrar Prihadi  SE MM, Uskup Agung Semarang Mgr Robertus Rubiyatmoko, Kepala LL Dikti Wilayah VI Prof Dr DYP Soegiharto MPd Kons serta para tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Prof Ridwan Sanjaya selaku Rektor Unika mengungkapkan tentang kampus baru Unika,”Dalam visinya, kampus baru ini akan dibangun menggunakan semangat Green dan Smart Campus.”

Harapan ini bertujuan agar mahasiswa mendapatkan pengalaman pembelajaran (Learning Experience) yang utuh dengan dukungan suasana yang supportif dan kondusif, serta dilengkapi dengan fasilitas yang berwawasan lingkungan, ramah disabilitas, dan modern.

“Selain itu, di lahan yang sama ini akan dibangun Rumah Sakit yang akan mendukung kesehatan mahasiswa dan masyarakat sekitar”, tuturnya.

 

Prof Dr F Ridwan Sanjaya bersama Prof H Mohamad Nasir saat penanaman pohon di area Kampus Baru Unika Soegijapranata yang terletak di BSB, kecamatan Mijen, Semarang (2/1/2019)

Sementara itu Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Prof H Mohammad Nasir, menyampaikan harapan Pemerintah kepada Unika Soegijapranata.

“Kedepan di dalam era disruptive innovation, rasanya ini harus menjadi tantangan kita bersama yakni melakukan perubahan-perubahan yang sangat mendasar”, tuturnya.

Prof H Mohammad Nasir berharap agar kita dapat mengembangkan open mind, open heart, open willing, supaya kita dapat menjadikan bangsa Indonesia maju bersama-sama membangun negeri ini. Beliau berharap pula kepada Unika Soegijapranata dapat mendidik anak Indonesia mulai dari Aceh sampai Papua.

“Oleh karena itu baik bagi Unika Soegijapranata untuk membangun fakultas kedokteran ini”, tandasnya. (AAT-AS)

Kategori: ,