Mewujudkan Kesejahteraan Umum
Rabu, 2 Januari 2019 | 10:51 WIB

TRB 22_12_2018 Mewujudkan Kesejahteraan Umum

Oleh: Ign Dadut Setiadi, MM

Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) dan Persatuan Gereja Indonesia (PGI) tahun 2018 telah menetapkan tema Natal bersama “Yesus Kristus Hikmat Bagi Kita” (1 Korintus 1:30). Tema ini mengajak seluruh umat untuk bersuka cita karena Allah berkenan turun ke dunia untuk turut dalam kehidupan manusia yang penuh dengan tantangan dalam menghadapi banyak permasalahan.

Hikmat dalam konteks tema Natal tahun ini sebagai pemahaman akan apa yang benar dikaitkan dengan penilaian optimal terhadap suatu perbuatan. Sinonimnya termasuk: kebijaksanaan, kecerdasan, akal budi, akal sehat, kecerdikan. Manusia sebagai ciptaan Tuhan yang paling sempurna diantara ciptaan lainnya diajak untuk selalu menggunakan pengetahuan yang benar untuk melawan kebodohan dan kebebalan.

Dalam menyambut Natal tahun ini Keuskupan Agung Semarang (KAS) tahun 2019 mempunyai fokus pastoral yaitu “Umat Allah Keuskupan Agung Semarang Mewujudkan Kesejahteraan Umum dalam Masyarakat Multikultural”.

Fokus pastoral tahun ini merupakan kelanjutan dari fokus pastoral tahun 2018 “ Mewujudkan Kesejahteraan dan Kaderisasi”. Fokus pastoral tahun ini memperluas cakupan dari fokus pastoral tahun lalu dimana kesejahteraan primer seperti pangan, sandang, papan,pendidikan, kesempatan kerja dan kesehatan semakin diupayakan untuk kepentingan umum. Mewujudkan kesejahteraan umum (bonum commune) merupakan sebuah keseluruhan kondisi hidup masyarakat baik kelompok atau individu yang harus mempunyai tatanan hidup untuk mencapai kesempurnaan misalnya melalui peningkatan kualitas hidup dalam berdemokrasi, berdialog, berorganisasi. dll .

Masyarakat multikultural adalah suatu masyarakat yang terdiri dari beberapa macam komunitas budaya dengan segala kelebihannya, dengan sedikit perbedaan konsepsi mengenai dunia, suatu sistem arti, nilai, bentuk organisasi sosial, sejarah, adat serta kebiasaan. Maka dengan perayaan natal tahun ini kita semua yang telah memperoleh kesalamatan dari pengorbanan Tuhan untuk turut terlibat dalam menyejahterakan sesama kita tanpa membandingkan perbedaan apapun.

Jika Natal tahun ini dapat membawa kesejahteraan bagi umat manusia niscaya kehidupan manusia dimanapun berada terutama di tanah air kita Indonesia akan dilimpahi kedamaian dan kerukunan. Bila kesejahteraan telah melimpah dalam kehidupan manusia maka martabat kemanusiaan akan dihormati dan dijunjung tinggi oleh sesama manusia karena adanya saling cinta dan kasih, inilah makna natal yang paling mendalam sebagaimana Yesus lahir di kandang hewan namun oleh Tuhan martabatnya di tinggikan karena kedatangan tiga raja.

Kesejahteraan umum dalam masyarakat multikultural ini tentunya dapat menjadi sebuah tatanan hidup di bumi Indonesia pada khususnya dan dunia pada umumnya maka haruslah kita usahakan bersama dengan menyadari bahwa hidup dalam masyarakat multikultural akan menemukan suatu kondisi yang dinamakan keberagaman dan perbedaan. Kondisi ini diharapkan kita semua mampu memperkuat semangat sehati dan sejiwa dalam melakukan pemahaman dan persepsi dengan menghadirkan dan menghormati martabat manusia sebagai sebuah peningkatan kualitas dalam berelasi antar sesama. Tentunya kita sebagai ciptaan Tuhan yang sempurna haruslah mengusahakan kesejahteraan umum menjadi berkat dan karunia bagi masyarakat.

Natal yang damai
Dalam merayakan natal, umat kristiani diharapkan semakin mengembangkan imannya yang dihayati dalam bentuk mengembangkan relasi dengan sesama yang berbeda suku, agama, ras dan aliran yang diwujudkan dengan kerjasama dalam tataran kegiatan sosial dan budaya yang tujuannya untuk mewujudkan kesejahteraan umum .

Semoga Natal tahun ini akan membawa kesejahteraan umum bagi seluruh umat manusia yang bermartabat sebagai ciptaan Tuhan yang paling sempurna serta di harapkan menjadi semakin dewasa dalam keimanan kita kepada Tuhan niscaya akan membawa kedamaian dan kerukunan di tahun 2019 sebagai tahun demokrasi dalam berpolitik. Selamat Natal 2018 dan Tahun Baru 2019

__________________________

Drs. Ign. Dadut Setiadi, MM
Pengajar Prodi Ilmu Komunikasi
dan anggota The Soegijapranata Institute
Unika Soegijapranata

►Tribun Jetang 22 Desember 2018, hal. 2

Kategori: ,