Mengawal RUU Penghapusan Kekerasan Seksual
Senin, 7 Januari 2019 | 17:52 WIB

Program Studi Magister Hukum Kesehatan Unika Soegijapranata bekerja sama dengan LRC KJHAM (Legal Resources Center untuk Keadilan Jender dan Hak Asasi Manusia) membuka tahun 2019 dengan semangat mengadvokasi nilai hak asasi manusia tentang kekerasan seksual dalam “Diskusi RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS)” di gedung Thomas Aquinas, pada hari Jumat (4/1/2019).

Hadir sebagai narasumber dalam acara diskusi tersebut Prof Dr Agnes Widanti SH CN dari Magister Hukum Kesehatan Unika, Dr Sih Setija Utami SPsi Mkes dari Fakultas Psikologi Unika, Dr Endang Wahyati Y SH MH selaku Ketua Program Studi Magister Hukum Kesehatan Unika serta Dian Puspitasari SH dari Direktur LRC KJHAM.

Dalam paparannya Prof Agnes Widanti sebagai salah satu narasumber menegaskan perlunya mengawal RUU PKS sebagai prioritas. “Minimnya diskusi tentang RUU PKS yang menjadi desakan kalangan praktisi untuk lebih memperluas diskusi jaringan antara keluarga korban di tiap-tiap daerah, guna mendorong pemerintah di 34 provinsi untuk mengawal RUU PKS menjadi isu nasional yang perlu di prioritaskan,” ujar Prof Widanti.

Hal lain dari sisi medikolegal, Dr Endang Wahyati juga menyoroti hal saksi ahli dalam proses hukum kasus kekerasan seksual. “Pembuktian saksi ahli dalam proses hukum acara memerlukan keahlian akademisi yang berkonsentrasi belajar di bidang itu”, jelasnya.

Sementara Dr Sih Setija Utami lebih melihat pada aspek rehabilitasi selain sanksi hukum kepada pelaku kekerasan seksual, “Kejahatan yang berulang dan tidak adanya efek jera dari pelaku bisa saja kejadian ini bukan karena kurangnya sanksi hukum namun merehabilitasi pelaku untuk tidak melakukan kejahatan yang sama dengan terapi secara psikologis bisa menjadi masukan,” terang Dr Sih Setija Utami.

Slamet sebagai moderator diskusi menegaskan, “Bahwa Kenikmatan seksual memanglah menjadi anugerah Tuhan, namun bagaimana cara mengendalikan kenikmatan itu agar tidak mengganggu hak orang lain. Maka diskusi RUU PKS akan terus berlanjut dan terus di perjuangkan”. (RK)

Kategori: ,