Dua Mahasiswa Unika Ikuti Global Goals Mun 2019 di Kuala Lumpur Malaysia
Selasa, 22 Januari 2019 | 12:38 WIB

Jonatan Haryono dan Novani Sutikno dalam konferensi internasional Global Goals Mun 2019 di Kuala Lumpur, Malaysia

Dua mahasiswa Unika Soegijapranata,  Jonatan Haryono dan Novani Sutikno pada tanggal 11 sampai 14 Januari 2019, telah mengikuti  sebuah konferensi internasional Global Goals Mun (Global Goals Model United Nation) 2019 yang diadakan di Kuala Lumpur Malaysia.

Dalam konferensi ini Jonatan dan Novani bertemu dengan perwakilan mahasiswa dari perguruan tinggi lain yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri, serta mengasah kemampuan komunikasi dan keterampilan diplomatik mereka sesuai dengan tema yang ditugaskan kepada mereka yang mengacu pada 17 SDG (Sustainable Development Goals) goals.

Dalam penjelasannya, Novani mengutarakan bahwa dalam acara konferensi yang dinaungi oleh United Nations atau PBB ini, ia mendapat tugas untuk membahas tentang Zero Hunger yang merupakan goal ke-2. “ Sebelum berangkat ke Malaysia, saya dalam acara kampus sempat terlibat dalam kegiatan zero hunger untuk memperingati hari pangan sedunia. Dan kebetulan dalam acara  konferensi Global Goals Mun 2019 ini juga membahas tentang zero hunger. Jadi kesempatan yang baik ini betul-betul saya manfaatkan untuk mengasah keilmuan saya tentang zero hunger dari negara lain. “

Jonatan Haryono dan Novani Sutikno saat acara Closing Ceremony Global Goals Mun 2019

Sedangkan Jonatan yang juga sebagai peserta dalam konferensi internasional Global Goals Mun 2019, mengemukakan awal ketertarikannya mengikuti acara konferensi ini.“Mengikuti konferensi Global Goals Mun memang salah satu target saya selama kuliah di Unika.  Sebelumnya ada kakak kelas dari Unika yang pernah mengikuti konferensi Global Goals Mun tetapi saat itu penyelenggaraannya di London, Inggris. Sementara konferensi yang kemarin terlaksana lokasinya di Kuala Lumpur Malaysia,  Jadi jaraknya tidak terlalu jauh dengan Indonesia. Dalam konferensi ini saya dituntut untuk berpikir lebih luas dan berani untuk mengembangkan kemampuan saya. Sedangkan yang saya bahas dalam konferensi ini adalah zero hunger di negara Afganistan,” jelasnya.

“Tentu saja dengan membahas zero hunger di negara Afganistan, menjadi tantangan bagi saya untuk mengetahui dan mempelajari tentang kondisi negara Afganistan yang situasinya sangat kompleks dan luas. Dan dengan sendirinya saya juga dituntut untuk belajar psikologi perang, serta mengetahui strategi perang dari milisi Taliban maupun Afganistan yang menggunakan kelaparan ini sebagai senjata mereka dengan korban yang tentu saja adalah warga sipil,” pungkasnya. (fas)

Kategori: ,