Beruntungnya Dua Mahasiswa Unika Soegijapranata Ikuti Konferensi PBB di Malaysia, Berikut Ceritanya
Rabu, 23 Januari 2019 | 8:57 WIB

image

Jonatan Haryono dan Novani Sutikno, dua mahasiswa Unika Soegijapranata Semarang ini berkesempatan mengikuti Konferensi Internasional Global Goals Model United Nation (Global Goals Mun) 2019 di Kuala Lumpur, Malaysia.

Itu adalah konferensi internasional yang diinisiasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sejak 11 hingga 14 Januari 2019.

Global Goals Mun adalah forum yang mengumpulkan seribu delegasi atau partisipan generasi muda dari 30 negara yang memiliki keresahan sama terhadap kondisi dunia saat ini.

Di forum tersebut bersama-sama mencari solusi terhadap permasalahan dunia.

Seperti tentang edukasi, kesehatan, hingga krisis air.

Ditemui di Kampus Unika Soegijapranata Semarang, Selasa (22/1/2019) siang, Novani dan Jonatan senang dan bersyukur menjadi bagian di Konferensi PBB itu.

Di sana mereka bertemu banyak perwakilan mahasiswa perguruan tinggi lain baik dari Indonesia maupun luar negeri.

Dari konferensi itu, secara khusus Novani dapat mengasah kemampuan komunikasi dan keterampilan diplomatiknya.

"Hal itu sesuai tema yang ditugaskan kepada kami yang mengacu pada 17 Sustainable Development Goals (SDG)," urai Novani.

Pada konferensi itu, Novani membahas terkait zero hunger atau meniadakan kelaparan di dunia yang merupakan goals ke 2.

"Saya punya keyakinan, sebenarnya sumber daya alam itu cukup untuk semua orang di dunia," ujarnya.

Untuk melengkapi informasi zero hunger, Novani telah melakukan riset kecil-kecilan dan mengikuti berbagai kegiatan pendukung di kampus.

"Kebetulan Konferensi Global Goals Mun 2019 juga membahas zero hunger. Ini kesempatan baik dan saya manfaatkan untuk mengasah keilmuan tentang hal itu dari negara lain," terang Novani.

Sementara ketertarikan Jonatan mengikuti konferensi itu karena dinilai bisa membantu mengatasi permasalahan dunia saat ini.

"Ini satu target saya selama kuliah di Unika. Sebelumnya ada kakak kelas dari Unika yang pernah mengikuti Konferensi Global Goals Mun, tetapi saat itu di London, Inggris," terangnya.

Terkhusus Jonatan, dalam konferensi tersebut dirinya membahas tentang zero hunger di Afganistan.

Dia tertarik memilih fokus Afganistan karena situasi di negara tersebut lebih kompleks.

Menurutnya ada tantangan untuk mengetahui dan mempelajari tentang kondisi di sana.

"Saya dituntut belajar psikologi perang serta mengetahui strategi perang dari milisi Taliban maupun Afganistan yang menggunakan kelaparan sebagai senjata mereka," ujarnya.

http://jateng.tribunnews.com

Kategori: