Unika Lakukan Banyak Progress di 2018
Senin, 17 Desember 2018 | 10:47 WIB

image

Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang terus melakukan pengembangan teknologi informasi guna peningkatan pelayanan,  efektivitas maupun kemudahan bagi mahasiswa, alumni dan orang tua.

“Kalau dahulu kita pernah meluncurkan aplikasi Vanika (Virtual Assistant Unika), selanjutnya  kita punya aplikasi baru yang namanya Dimas (Dashboard informasi mahasiswa) yang berisi semua program yang terkait dengan kemahasiswaan mulai dari presensi kuliah menggunakan QR Code, KRS (Kartu Rencana Studi) yang bisa direminder saat sudah dekat waktunya melakukan pengisian KRS, KHS (Kartu Hasil Studi).”

Ungkapan ini disampaikan rektor Unika Prof Dr F Ridwan Sanjaya, ketika dihubungi  wartawan sebelum acara prosesi wisuda di kampusnya. Wisuda kali ini diikuti sebanyak 403 lulusan, berlangsung di gedung Sorhall kampus setempat, 15 Desember 2018.

Menurutnya, tagihan uang kuliah yang dapat direminder waktu pembayarannya, termasuk juga yang paling menarik adalah adanya grafik nilai yang menggunakan kecerdasan buatan, sehingga bisa membantu mahasiswa  merancang target IPK (indeks Prestasi Kumulatif), bahkan mau lulus berapa tahun juga bisa diinformasikan.

“Jadi Dimas ini nanti akan membantu mahasiswa untuk semakin perhatian dengan proses perkuliahan yang ditempuh oleh mahasiswa,” tegasnya

Ia menjelaskan, perkembangan lain seperti vanika yaitu virtual asisten yang selain dapat kita ajak ngobrol, juga bisa mencari informasi nilai mahasiswa dan pembayaran uang kuliah mahasiswa. Dengan demikian, aktivitas yang terkait dengan perkuliahan bisa didapat di sana bahkan termasuk juga lowongan kerja, serta kesempatan-kesempatan internasional  bisa didapatkan melalui vanika. “Vanika ini sudah berkembang bukan lagi chat board, tetapi sudah sampai pada sebutan sebagai virtual assistant,” ungkap rektor.

Pada aspek yang lain dari perkembangan wisuda kali ini adalah ramah lingkungan, dimulai dengan mengurangi penggunaan plastik dan kertas. Dalam konteks ini kita tidak lagi mencetak buku wisuda. Begitu juga kartu alumni yang dulu berfungsi sebagai kartu alumni, sekarang ini berfungsi sebagai kartu yang terintegrasi dengan sistem di Unika terutama terkait dengan alumni.

Ada barcode tambahan yang diletakkan di sisi kartu alumni. Barcode itu kalau di snap  akan terhubung ke sistem Unika, dimana dia tinggal memasukkan tanggal lahirnya saja, dan disana alumni bisa mendapatkan buku wisuda  dalam bentuk softcopy  yang bisa di download atau disebarkan ke siapapun. Selain itu, alumni juga bisa mendapatkan legalisasi ijazah dan transkrip yang dulu sudah kita sediakan, termasuk sertifikat akreditasi juga ada di situ.

“Intinya Unika sudah memiliki big data, dan big data ini sudah terintegrasi dengan semua hal yang terhubung dengan universitas, sehingga kalau disebut-sebut sebagai revolusi industri 4.0 Unika sudah melakukannya sejak tahun lalu dan ini berproses sampai sekarang,” tuturnya

Diakhir wawancara Prof. Dr F Ridwan Sanjaya menyampaikan kabar gembira mengenai keberhasilan program studi manajemen dapat mempertahankan akreditasi A. Kita juga telah mendapatkan izin pengelolaan S-1 rekayasa infrastruktur dan lingkungan di bawah fakultas ilmu dan teknologi lingkungan yang merupakan fakultas baru. “Fakultas ini pertama di Unika yang S-1 nya sudah purna langsung sampai S-3. Kemudian akan menyusul Fakultas Psikologi, Hukum dan Teknologi Pangan.” paparnya

Ditambahkan, Unika Soegijapranata baru saja menerima penghargaan aktivitas kemahasiswaan terbaik ketiga versi kemenristek Dikti, setelah UGM yang terbaik pertama dan Ubaya diurutan kedua.

http://www.kopertis6.or.id

Kategori: