Sentuhan Digitel, Kenalkan Wayang ke Generasi Milenial
Rabu, 12 Desember 2018 | 9:18 WIB

WWS 4_12_2018 Sentuhan Digitel, Kenalkan Wayang ke Generasi Milenial

Teknologi Informasi memainkan peran yang signifikan dalam pengembangan pertunjukan wayang orang, sebagai industri kreatif kesenian secara berkelanjutan. Hal ini terbukti dari hasil penelitian di tahun pertama, yang berhasil menghubungkan wisatawan dari luar kota dan luar negeri. Sentuhan teknologi tersebut ditunjukkan WO Ngesti Pandawa bekerjasama dengan Unika Soegijapranata, dalam pementasan wayang prang dengan lakon ‘Semar Boyong’ di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Semarang, Sabtu (1/12) malam.

KONSEP ini merupakan terobosan baru sebagai upaya menarik masyarakat untuk lebih mencintai dan melestarikan kesenian wayang orang. Pagelaran wayang orang kali ini pun benar-benar berbeda dengan pertunjukan wayang orang sebelumnya. Pagelaran pun menjadi tampak istimewa, karena dikemas dengan sentuhan teknologi digital, sehingga penampilan panggung menjadi menarik dan memukau.

Jika biasanya menggunakan geber atau latar belakang panggung konvensional, kini layar tersebut berganti dengan LED, sehingga bisa menampilkan layar panggung yang futuristik, menampilkan gambar gerak dan berganti-ganti menyesuaikan situasi atau tema cerita.

"Pertunjukan wayang orang yang akan kita saksikan ini adalah terobosan yang luar biasa dari Unika. Saya berharap kedepan perguruan tinggi lainnya juga ikut peduli dan menggairahkan Ngesti Pandawa," ujar Sekretaris Daerah Jateng Sri Puryono, yang ikut menyaksikan.

Selain itu sound system, pencahayaan, serta ruangan gedung lebih sejuk, membuat penonton semakin nyaman menyaksikan pementasan wayang. "Saya ingin Ngesti Pandawa menjadi jujugan atau wisata budaya utama yang ada di Kota Semarang," harapnya.

■ Menilai
Apresiasi juga disampaikan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. Dirinya menilai terobosan-tembosan pada pagelaran wayang Ngesti Pandawa perlu dilakukan. Dengan begitu, masyarakat akan tertarik datang dan merasa nyaman menyaksikan wayang orang di Semarang. "Ke depan kami dari pemkot akan memberikan masukan yang kreatif dan inovatif," ujar Hendi, sapaan wall kota.

Rektor Unika Soegijapranata Ridwan Sanjaya menjelaskan, pertunjukkan wayang orang dengan sentuhan teknologi ini merupakan yang kali pertama disuguhkan dalam pementasan Wayang Orang Ngesti Pandawa. Terobosan tersebut adalah hasil penelitian mahasiswa Unika Soegijapranata, agar penampilan panggung wayang orang menjadi atraktif sekaligus upaya untuk melestarikan budaya bangsa. Selain website, sosial media, dan aplikasi mobile untuk Ngesti Pandawa, transaksi penjualan tiket online juga berhasil mempermudah wisatawan dari luar kota dan luar negeri dalam membeli tiket secara online.

"Untuk pengembangan wayang orang kita harus melihat pada generasi millennial, centennial atau Alpha karena generasi ini yang akan menjadi prospek masa depan. Dan harus diakui bahwa kita harus berubah jadi kalau sekarang ini eranya adalah era disruptive innovation, ini istilah-istilah yang banyak dipakai oleh banyak perguruan tinggi saat ini. Jadi kalau mau bertahan, diri kita sendiri harus diganggu, kalau tidak ya ada yang akan mengganggu dari pihak luar, sehingga hal ini sudah tidak bisa dihindari bahwa teknologi memang harus berperan dalam dunia pertunjukan,” jelasnya.

►Wawasan 4 Desember 2019 hal. 9,10

Kategori: