Unika Teliti dan Kembangkan Ngesti Pandawa
Rabu, 5 Desember 2018 | 9:22 WIB

Walikota Semarang Hendrar Prihadi SE MM sedang menyampaikan sambutan dan membuka pentas pertunjukan Wayang Orang Ngesti Pandawa, Sabtu (1/12/2018)

Dalam rangka hari AIDS sedunia yang jatuh pada tanggal 1 Desember, Unika Soegijapranata menggelar pertunjukan Wayang Orang (WO) Ngesti Pandawa di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Semarang. Pertunjukan Wayang Orang ini dibuka oleh Walikota Semarang, Hendrar Prihadi SE MM, dan dihadiri Sekda Jateng Dr Ir Sri Puryono KS MP, Rektor Unika Soegijapranata Prof Dr F Ridwan Sanjaya MS IEC serta CEO Suara Merdeka Kukrit Suryo Wicaksono, serta beberapa mahasiswa asing juga ikut mengisi bangku penonton.

Pertunjukan Wayang Orang kali ini berbeda dengan pagelaran yang biasanya, Pagelaran kali ini menggunakan dukungan teknologi digital, sehingga akan memberikan pengalaman yang baru bagi penonton dan menjadikan pertunjukan kali ini menjadi berbeda dengan sebelumnya. Acara ini awalnya merupakan bagian dari Penelitian Unggulan Perguruan Tinggi yang didanai sejak tahun lalu oleh Kemenristekdikti untuk mengembangkan model pertunjukan kesenian Wayang Orang dengan memanfaatkan teknologi agar dapat menjadi jawaban dalam pengembangan industri kreatif kesenian di masa yang akan datang.

Kembangkan Sektor Pariwisata

Dalam sambutannya, Walikota Semarang Hendrar Prihadi menyinggung tentang kemajuan industri pariwisata di Kota Semarang dalam beberapa tahun terakhir. “Dengan pertunjukan yang diadakan hari ini tampaknya ini akan menjadi standardisasi pertunjukan wayang orang ke depannya berdasarkan masukan dari Unika Soegijapranata. Kami dari pemerintah kota melihat ini sebagai masukan yang kreatif dan inovatif. Disamping itu hari ini Semarang sudah beralih dari sebuah wilayah yang tadinya industri kita kembangkan kepada barang dan jasa. Barang dan jasa sendiri menumbuhkan sektor pariwisata yang investornya bisa merata. Dan Ngesti Pandawa menjadi salah satu agenda pariwisata yang bisa mengundang orang untuk datang ke Kota Semarang. Dulu Semarang dikenal sebagai kota transit namun sekarang sudah berubah menjadi tempat kunjungan wisata, tentu saja ini harus dilengkapi dengan berbagai macam agenda-agenda seperti Ngesti Pandawa dengan wayang orangnya dan mudah-mudahan dengan agenda-agenda lainnya, Semarang akan menjadi salah satu tempat destinasi wisata.”

Hadirkan Virtual Assistant

Prof Ridwan Sanjaya, ketua peneliti sekaligus Rektor Unika Soegijapranata, juga menyampaikan tentang hasil survei di beberapa pertunjukan kesenian. “Dalam survei yang dilakukan di kalangan anak muda dan kunjungan yang dilakukan oleh peneliti ke beberapa pertunjukan kesenian, didapatkan kesimpulan bahwa pertunjukan Wayang Orang yang saat ini diselenggarakan oleh Ngesti Pandawa punya daya tarik yang kuat. Penyelenggaraan kegiatan kesenian ini diyakini peneliti bisa setara dengan pentas di negara lain, jika dilakukan beberapa sentuhan dalam jangka pendek dan jangka panjang. Apalagi pertunjukan ini secara rutin selalu digelar setiap Sabtu malam jam 20.00 dengan pemain-pemain yang loyal hadir setiap kali pentas.”

“Disamping itu anak muda, wisatawan di luar kota Semarang, dan wisatawan mancanegara yang menjadi bagian dari pengembangan pemasaran Wayang Orang Ngesti Pandawa tercatat cukup banyak melakukan transaksi pembayaran melalui website Ngesti Pandawa dan memberikan ulasan di situs Google Map setelah menonton pertunjukan. Pembayaran secara elektronik yang didukung oleh Tiket.com dan KiosTix telah banyak mendatangkan pengunjung dari luar kota Semarang. Terlebih dengan adanya Virtual Assistant “Ngesti” yang hadir di dalam website Ngesti Pandawa semakin mendekatkan pertunjukan ini pada generasi muda,” pungkasnya.

Selain Prof Ridwan, dosen yang terlibat dalam penelitian ini adalah Albertus Dwiyoga (Sistem Informasi), Dr. Rachmad Djati (Psikologi) dan Tjahjono Rahardjo (Lingkungan Perkotaan). (fas)

Kategori: ,