Program DPA Kupas Dampak Sosial Media dan Penderita ODHA
Selasa, 4 Desember 2018 | 9:46 WIB

Foto bersama panitia dengan para juara lomba serta para pembicara setelah acara diskusi interaktif di ruang Teater, gedung Thomas Aquinas Kampus Unika, pada Jumat (30/11/2018)

Sebuah diskusi interaktif yang diselenggarakan oleh Program Digital Performing Art (DPA) Fakultas Bahasa dan Seni Unika Soegijapranata telah diadakan di ruang Teater gedung Thomas Aquinas Kampus Unika, dengan menyoroti tema “ Bold and Healthy : HIV Is Curable.”

Acara yang menyasar kelompok remaja dan mahasiswa telah mengundang tiga narasumber untuk mengupas sisi-sisi positif dari sosial media dan dampaknya pada perlakuan terhadap para ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS).

Para narasumber tersebut adalah Slamet Riyadi, S Kom dari konsultan LPSSEK (Lembaga Pemberdayaan dan Studi Sosial Ekonomi Kerakyatan),  Dr Dra Ekawati Marhaenny Dukut M Hum dari FBS Unika serta Dr Antonius Maria Laot Kian dari FHK Unika.

Dalam acara yang diselenggarakan pada hari Jumat (30/11) ini, Yosaphat Yogi Tegar Nugroho S Sn MA sebagai ketua panitia sekaligus salah satu dosen DPA menjelaskan latar belakang diselenggarakannya diskusi interaktif.

“Satu hal yang mendorong diselenggarakannya acara ini adalah perlunya edukasi bagi para remaja dan mahasiswa sebagai generasi milenial yang kesehariannya sangat dekat dengan sosial media, untuk memahami dampak penggunaan sosial media dalam kehidupannya, terutama mengantisipasi hal-hal negatif yang muncul dan memahami pula regulasi yang mengaturnya,” jelas Yogi.

“ Hal lain kami juga mengupas tentang HIV yang saat ini sudah ada obat pencegahannya (Antiretroviral atau ARV), sehingga harapan hidup mereka yang terinfeksi HIV dan menjalani terapi Antiretroviral hampir menyamai tingkat harapan hidup mereka yang tidak terinfeksi HIV. Oleh karena itu masyarakat harus terus diajarkan tak hanya tentang bagaimana menghindari penularan AIDS, tapi juga soal bersosialisasi secara beradab dan manusiawi dengan ODHA,” lanjutnya.

Salah satu juara I kategori umum untuk lomba 1 Minute Movie Competition, Bancax Soekiman beserta kru filmnya.

Salah satu narasumber Slamet Riyadi, juga mengungkapkan bahwa kegiatan yang dilaksanakan adalah merupakan bagian dari kepedulian dan tanggung jawab moral dari  Unika Soegijapranata dan juga Dinas Kesehatan untuk pemberdayaan masyarakat khususnya untuk menghilangkan stigma dan diskriminasi pada ODHA dengan menyebarkan nilai-nilai baru yang lebih positif yaitu HIV ada obatnya.

Selain diskusi interaktif, dalam acara tersebut juga diumumkan hasil lomba 1 minute movie competition yang juga bertemakan tentang “HIV Is Curable”.

Salah satu pemenang lomba kategori umum yaitu dari rumah produksi ‘Sampah Tiga Belas’ oleh Bancax Soekiman membagikan pengalamannya dalam proses pembuatan film pendek 1 minute. “Gambaran waktu itu kita memang mencoba memberikan makna HIV ada obatnya, dan harapannya info ini bisa dipahami secara baik oleh yang melihat film pendek ini. Selain itu lewat film ini juga menyampaikan untuk stop bunuh diri karena HIV ada obatnya, sebab dengan ARV dan menjalani terapi para penderita memiliki harapan hidup yang sama seperti mereka yang tidak terinfeksi.”(fas)

Kategori: ,