Pertama Kalinya, Pagelaran Wayang Orang Ngesti Pandawa Gunakan Teknologi Futuristik
Senin, 3 Desember 2018 | 8:48 WIB

image

Berbagai terobosan dilakukan untuk menarik masyarakat mencintai dan melestarikan kesenian wayang orang. Salah satunya melalui sentuhan teknologi pada setiap pementasan wayang orang “Ngesti Pandawa’ yang memukau.

“Pertunjukan wayang orang yang akan kita saksikan ini kita adalah terobosan yang luar biasa dari Unika. Saya berharap kedepan perguruan tinggi lainnya juga ikut peduli dan menggairahkan Ngesti Pandawa,” ujar Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Dr Ir Sri Puryono KS MP, saat memberi sambutan pada pagelaran Wayang Orang Ngesti Pandawa, di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Semarang, Sabtu (1/12) malam.

Sekda menjelaskan, pagelaran wayang orang kali ini berbeda dengan pertunjukkan wayang orang sebelum-sebelumnya. Layar belakang panggung tidak lagi gambar atau lukisan monoton, melainkan layar panggung yang futuristik, menampilkan gambar gerak dan berganti-ganti menyesuaikan situasi atau tema cerita.

Selain itu sound system, pencahayaan, serta ruangan gedung lebih sejuk, membuat penonton semakin nyaman menyaksikan pementasan wayang. “Saya ingin Ngesti Pandawa menjadi jujugan atau wisata budaya utama yang ada di Kota Semarang,” harapnya.

Berbagai terobosan tersebut merupakan upaya Pemprov Jateng dan Pemkot Semarang bersama berbagai pihak, salah satunya Universitas Soegijapranata Semarang untuk melestarikan budaya daerah.

Rektor Unika Soegijapranata Ridwan Sanjaya menjelaskan, pertunjukkan wayang orang dengan sentuhan teknologi ini merupakan yang kali pertama disuguhkan dalam pementasan Wayang Orang Ngesti Pandawa. Terobosan tersebut adalah hasil penelitian mahasiswa Unika Soegijapranata agar penampilan panggung wayang orang menjadi atraktif sekaligus upaya untuk melestarikan budaya bangsa.

“Di luar negeri sentuhan-sentuhan pada layar belakang panggung seperti ini sudah standar. Kini Ngesti Pandawa telah menampilkannya,” katanya.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengapresiasi terobosan-terobosan pada pagelaran wayang Ngesti Pandawa. Dengan begitu, masyarakat akan tertarik datang dan merasa nyaman menyaksikan wayang orang di Semarang.

“Ke depan kami dari pemkot akan memberikan masukan yang kreatif dan inovatif,” ujar Hendi, sapaan wali kota.

https://www.suaramerdeka.com

Kategori: