Pantang Menyerah Menjadi Jalan Menuju Kesuksesan
Jumat, 14 Desember 2018 | 9:59 WIB

Jangan pernah menyerah dan lakukan yang terbaik adalah motto hidup dari seorang Lydia Kusweanto atau yang akrab disapa Lydia sebagai salah satu wisudawan terbaik dari program studi S1 Sistem Informasi Unika Soegijapranata dengan IPK 3,80. Melalui skripsinya yang berjudul “Rancang Bangun Aplikasi Manajemen Keuangan Untuk Penyelenggaraan Kuliah Kerja Lapangan” membawanya menuju gelar sarjana sekaligus mendapatkan gelar tambahan yaitu wisudawan terbaik dengan pujian. Menurutnya, dalam setiap langkah yang dijalani memiliki rintangan tersendiri yang muncul dari dalam diri sendiri maka dari itu perlu adanya semangat dalam diri untuk tidak mudah menyerah dan melakukannya dengan maksimal.

“Dalam menjalani hidup pastinya ada banyak tantangan yang dihadapi dan salah satu musuh terbesarnya adalah dari dalam diri kita sendiri. Kita sebagai manusia yang penuh dengan kelemahan hanya dapat berdoa dan melakukan yang terbaik. Berusaha keras dalam setiap hal yang kita jalani maka Tuhan akan memberikan ganjaran yang sesuai dengan apa yang telah kita perjuangkan,” tutur alumnus SMA Terang Bangsa ini.

Ketika ditanya mengenai kesulitan yang dihadapi dalam pembuatan skripsi, ia tidak menampik bahwa dirinya sendiri lah yang menjadi musuh besarnya. Dukungan dari orang terdekat dan kepercayaan diri untuk mampu mengalahkan kemalasannya itu dan membuatnya bangkit kembali untuk menyelesaikan program yang menjadi bahan skripsinya. Ia tidak menyangka bahwa hasil kerja keras dan dinamika yang dihadapi membuatnya terpilih menjadi wisudawan terbaik tahun ini.

“Kesulitan yang saya miliki adalah seperti kebanyakan yang mahasiswa miliki yaitu kemalasan. Saat pembuatan program yang menjadi bahan skripsi memasuki tahap akhir, saat itulah timbul rasa malas. Salah satu kekuatan saya adalah dukungan dari orang tua dan teman yang selalu menyemangati saya untuk segera menyelesaikan skripsi saya. Saya tidak menyangka jika akan mendapat gelar sebagai wisudaawan terbaik. Hal itu saya ketahui pun dari teman-teman saya yang menyatakan nilai IPK saya lebih tinggi dari yang lain,” jelas Lydia.

Lydia yang kini membantu orang tuanya di toko menuturkan bahwa program yang ia buat adalah untuk memudahkan mahasiswa yang sedang menjalani KKL.

“Aplikasi yang saya buat ini untuk memudahkan mahasiswa ketika menjalani KKL. Mahasiswa tidak perlu lagi membayar secara langsung kepada bendahara panitia KKL tetapi cukup mentransfer biaya tersebut kepada bendahara panitia KKL melalui aplikasi ini. Sehingga lebih mudah dan cepat,” jelas Lydia.

Tidak hanya prestasi akademik yang ia miliki tetapi juga pengalaman berorganisasi yang ia miliki selama kuliah di Unika Soegijapranata. Ia pernah terdaftar sebagai salah satu panitia Asal Muter di fakultasnya. Pengalaman ini menjadi salah satu nilai tambah yang ia miliki untuk menghadapi dunia kerja yang akan segera ia hadapi.(YBH)

Kategori: ,