Mengajarkan Saya Untuk Hidup Mandiri
Kamis, 20 Desember 2018 | 9:37 WIB

Febe Christina Santoso saat menjalankan tugas sebagai Field Captain dalam divisi Communication atau Asian Games 2018 Digital Team

 

Dari sekian banyak peserta volunteer Asian Games 2018 yang diselenggarakan beberapa waktu lalu di Indonesia, ternyata ada beberapa mahasiswa Unika Soegijapranata yang terlibat menjadi volunteer di acara besar tersebut, salah satunya adalah Febe Christina Santoso atau sering disapa Febe.

Saat bertemu dan bercakap-cakap tentang kegiatannya, Febe sempat menceritakan kembali pengalamannya ketika terpilih menjadi volunteer Asian Games 2018. “Berangkat dari acara POPNAS 2017, saya mengetahui bahwa akan diadakan Asian Games 2018 di Indonesia. Saya begitu bersemangat untuk mendaftar volunteer  Asian Games 2018. Saya yakin bahwa keikutsertaan saya dalam ormawa dan kepanitiaan, bisa menjadi bekal untuk mendaftar volunteer Asian Games 2018. Lagipula di masa semester akhir ini, saya sudah merasa cukup dengan berbagai acara internal kampus yang pernah saya ikuti. Saya merasa bahwa saat itulah kesempatan saya untuk memperluas kapasitas di lingkup yang lebih luas.”

Tahapan untuk menjadi volunteer

“Pada pendaftaran pertama kali untuk Invitation Tournament, saya lolos tahap administrasi. Sayangnya saya dilarang orang tua untuk berangkat ke Jakarta mengikuti seleksi  tes. Namun pada bulan Januari 2018, dibuka kembali pendaftaran untuk Main Event di bulan Agustus dan saya mendaftar untuk kedua kalinya. Akhirnya, saya pun diterima di divisi yang sesuai dengan pilihan saya. Saya menjadi volunteer di divisi Communication atau bisa disebut dengan Asian Games 2018 Digital Team dan dipercaya menjadi Field Captain di dalam tim. Tentu saya memiliki tanggung jawab ekstra karena menjadi ketua tim. Akan tetapi, saya bisa menikmati tugas saya hingga selesai,” tutur Febe sambil mencoba mengingat kembali momen-momen awal menjadi volunteer.

Momen berkesan

“Beberapa waktu yang lalu, sempat viral foto dan video Jokowi, Prabowo, dan salah satu atlet pencak silat berpelukan. Saya tidak akan pernah lupa bagaimana rasa haru saat menyaksikan peristiwa tersebut secara langsung,” ungkap dara yang saat ini masih menempuh studi Ilmu Komunikasi di Unika dengan semangat.

“Saya juga akan selalu ingat ketika saya diberi ucapan terima kasih dan dijabat tangannya oleh Menteri Olahraga Imam Nahrawi. Saya ikut terharu  ketika mendengar sorakan penonton saat Presiden Jokowi tiba di tempat pertandingan. Bagaimana ketatnya penjagaan dan perjuangan untuk dapat merekam kedatangan para pejabat di tempat pertandingan.”

“Hal lain, bolak – balik dari Semarang ke Jakarta  adalah momen pertama kalinya saya pergi jauh dari rumah untuk waktu yang cukup lama. Terkadang bersama teman, terkadang sendirian. Dan hidup sendiri di kota orang membuat saya harus berani melakukan segala sesuatu. Asian Games 2018 ini banyak mengajarkan saya untuk hidup dan bertahan di  kota orang dengan mandiri,” ucapnya bangga.

Pesan bagi teman – teman

            “Jangan pernah takut untuk melakukan apapun yang kita mau dalam hidup, selama kita tahu bahwa hal tersebut akan mengembangkan diri kita. Lakukanlah segala sesuatu dengan usaha yang terbaik, karena Tuhan sudah memberikan kesempatan kepada kita. Jangan lupa bersyukur dan berhenti membandingkan pencapaian kita dengan orang lain,” terang Febe menutup percakapan. (fas)

Kategori: ,