Hasil Tak Akan Mengkhianati Usaha
Kamis, 13 Desember 2018 | 11:14 WIB

Menjadi aktif dalam berbagai kegiatan mahasiswa tidak selalu membuat prestasi akademik menurun, justru dengan berbagai kegiatan tersebut membuat Cindy Regan Handoyo berhasil menorehkan tinta keberhasilan melalui perjuangannya dalam menempuh pendidikan di Program Studi Teknik Sipil. Dara yang akrab dipanggil Regan ini merupakan wisudawan terbaik di program studinya pada Wisuda Periode III Desember 2018. Regan cukup aktif dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan serta menjadi salah satu penerima beasiswa Djarum angkatan ke-32.

Regan menuturkan bahwa dengan mengikuti berbagai kegiatan dapat meningkatkan motivasinya dalam menempuh pendidikan. Hal tersebut tak lepas dari berbagai dukungan teman-temannya yang ada di organisasi serta Beswan Djarum. Berbagai kegiatan tersebut memiliki dampak secara langsung maupun tidak langsung dalam berbagai aspek kegiatannya, termasuk pendidikan. Daya tahan dalam menghadapi kesulitan dan kendala dalam pengerjaan tugas akhir menjadi bukti bahwa tak selamanya berkegiatan membuat prestasi menjadi menurun.

“Sebenarnya kesulitan yang saya hadapi ketika harus mencari proyek gedung pencakar langit di Kota Semarang sangatlah sulit karena adanya regulasi pelarangan gedung tinggi. Maka mau tidak mau saya harus ke Surabaya untuk mendapatkan data-data penelitian. Dalam mendapatkan data juga bukan perkara mudah karena harus menunggu proyek berjalan dan waktu itu selalu dimulai jam 12 malam. Daya tahan itu tidak akan saya dapatkan jika saya tidak ikut berbagai kegiatan organisasi. belajar menjadi pribadi tangguh dan tahan banting tidak didapatkan dalam teori di kelas saja, melainkan harus ada kegiatan langsung.”

Melalui Tugas Akhir yang diusung yakni ESTIMASI LIFE CYCLE COSTING CO2 (LCCCO2) PADA PEKERJAAN PENGECORAN STRUKTUR BETON BERTULANG BANGUNAN TINGKAT TINGGI, sempat membuat Regan berhenti selama satu bulan dalam proses pengerjaanya. Walaupun begitu, ia mampu bangkit kembali untuk mengerjakan TA tersebut. Tantangan lain bagi Alumnus SMA Sedes Sapientiae ini adalah ketika harus membagi waktu antara bekerja dengan penyelesaian kewajibannya. Ia mengaku pada awalnya kesulitan dalam membagi waktu, namun belajar dari pengalamannya mengikuti berbagai kegiatan pada akhirnya Ia membuat perencanaan jangka panjang dan jadwal agar pekerjaan dapat seimbang dengan penyelesaian Tugas Akhir,

“Sebenarnya saya sudah bekerja sejak lulus dari sidang proposal, namun ketika memulai pekerjaan saya terbentur dalam manajemen waktu. Pada akhirnya saya mencoba menikmati ritme dan membuat jadwal rutin. Kembali lagi pada komitmen yang saya pegang, Jalani dulu apa yang ada saat ini dan perjuangkanlah, maka apa yang diperjuangkan akan berbuah manis.” Pungkasnya (Ign)

Kategori: ,