Untuk Ketiga kalinya Tenaga Kependidikan Unika Soegijapranata Raih Prestasi Tingkat Nasional
Selasa, 6 November 2018 | 13:37 WIB

Lenny Setyowati B SS MIKom dengan Trophy Piala Juara 2 Tenaga Kependidikan Berprestasi Tingkat Nasional 2018-Kemristekdikti, berdiri di depan Ruang SSCC

Kronik, Semarang – Unika Soegijapranata kembali menorehkan prestasi di kancah nasional dengan terpilihnya Lenny Setyowati B SS MIKom sebagai juara 2  lomba ‘Pemilihan Tenaga Kependidikan Berprestasi Tingkat Nasional’ oleh Kemristekdikti, pada Senin (29/10) di Jakarta.

Lenny Setyowati yang menjabat sebagai Kasubag Soegijapranata Student Career Centre (SSCC), telah mewakili Unika Soegijapranata hingga berhasil meraih prestasi tersebut. Dan dengan prestasi itu, maka Unika Soegijapranata telah tiga tahun berturut-turut menyabet juara pada bidang tendik berprestasi tingkat nasional sejak tahun 2016 hingga 2018.

Kemenangan ini tidak lepas dari inisiatif Soegijapranata Student Career Centre (SSCC) yang telah melakukan pembaharuan dalam internal kelembagaannya yang  berada di bawah koordinasi Bidang III, yaitu kemahasiswaan dan alumni. Keberadaan SSCC sendiri menjadi jembatan penghubung antara alumni, universitas, dan perusahaan mitra sehingga ketiga pihak tersebut dapat menjalin hubungan yang baik. SSCC juga berkomitmen untuk membantu alumni dalam mendapatkan pekerjaan. “Jadi mereka (alumni, red) tidak terlalu lama menganggur,” tutur Lenny.

Dalam memperbaharui pelayanan SSCC, diusunglah nama CARE. CARE sendiri merupakan akronim dari Career Alumni Relation Empowerment. CARE dalam bahasa Inggris berarti merawat, menjaga. Dari sini ada sebuah filosofi yang ingin diusung, yaitu semangat menjaga dan merawat. Yang dijaga serta dirawat ialah hubungan baik yang sudah ada antara pihak alumni, universitas, dan perusahaan mitra. Bahkan untuk alumni, ada sebuah harapan lebih melalui program CARE ini. “CARE diharapkan mampu menciptakan rumah yang nyaman bagi alumni untuk kembali bercengkrama dengan sesama alumni maupun dengan kampus lagi, sehingga lebih dekat dan sayang dengan kampus ini,” tandas Lenny.

CARE sendiri juga mewadahi suatu sistem informasi yang memadai mengenai lowongan pekerjaan maupun tempat kerja. Ini dikarenakan civitas akademika Unika Soegijapranata merupakan generasi milenial yang sudah sangat akrab dengan gawai. “Jadi sebenarnya yang dilayani di sini kan ada dua, yaitu generasi digital natives yang tidak bisa lepas dari gawai dan digital immigrant yang merupakan generasi di atas generasi Y dan mencoba untuk menyamai perkembangan zaman. Oleh karena itu digitalisasi dalam pelayanan kami merupakan langkah penting,” sebut Lenny. Maka dalam CARE ini diluncurkan aplikasi Halo Alumni dan UJF atau Unika Job Fair yang bertugas membantu pelayanan SSCC.

Halo Alumni menjadi sistem informasi bagi alumni yang menyediakan informasi karir, peluang kerja yang ditawarkan oleh perusahaan mitra universitas, informasi kegiatan kampus, informasi berita kampus, dan forum diskusi masing-masing program studi. “Halo Alumni diharapkan dapat membantu alumni dalam mendapatkan perkerjaan. Namun tidak sekadar mendapatkan pekerjaan, tetapi mampu menjadi tempat yang nyaman bagi alumni, sebuah rumah bagi alumni untuk berkumpul, terhubung kembali dengan almamater yang telah memberikan nutrisi bagi mereka (alumni, red),” imbuh Lenny. Sedangkan aplikasi UJF atau Unika Job Fair menjadi aplikasi yang aktif hanya setiap diadakan Job Fair saja. Aplikasi UJF ini menyediakan format serta informasi lengkap mengenai perusahaan yang sedang membuka lowongan pekerjaan bagi alumni, sedangkan bagi perusahaan UJF memberikan akses terbatas selama batas waktu tertentu untuk masuk ke sintak.unika.ac.id dan mengakses informasi dari pelamar. Ini memudahkan bagi perusahaan dalam proses seleksi sebab dapat melihat langsung kapasitas serta kompetensi yang dimiliki pelamar yang telah diakui juga oleh universitas.

Akhirnya CARE ini sendiri menjadi sebuah gebrakan di era digitalisasi yang dilakukan SSCC. CARE menjadi sangat relevan dan penting dalam pelayanan yang dilakukan SSCC. Lenny sebagai Kasubag SSCC pun berharap CARE bisa menjadi suatu gebrakan yang berdaya guna. “Harapannya konsep win-win solution yang ditawarkan CARE mampu dimanfaatkan dengan baik dan membuahkan hasil yang baik pula,” tutur Lenny. Dengan demikian CARE diharapkan sungguh berdaya guna dengan merawat dan menjaga relasi baik yang sudah ada pada diri alumni, universitas, dan perusahaan mitra. Bagi perusahaan mitra diharapkan juga CARE ini menjadi additional benefit dalam rekrutmen dan bagi alumni CARE diharapkan menjadi rumah untuk berkumpul, wadah untuk mendekatkan diri pada kampus ini dan mencintainya terus. (FFI)

Kategori: ,