Tiga Universitas Jalin Komunikasi Keberagaman
Senin, 19 November 2018 | 10:29 WIB

SM 19_11_2018  Tiga Universitas Jalin Keberagaman

Tiga universitas dari Kota Semarang dan Salatiga menjalin komunikasi serta interaksi dengan keberagaman. Caranya melalui kegiatan seminar dan outbound kebangsaan yang diikuti 225 mahasiswa.

Ketiganya yakni Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata, Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, dan Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga. Seminar digelar di gedung Thomas Aquinas lantai tiga, adapun outbound di halaman Kapel Santo Ignatius Unika.

Wakil Rektor Unika Soegijapranata B Danang Setianto mengatakan, universitas berbeda itu dilibatkan tidak mencari perbedaan. Justru di situlah akan menemukan banyak persamaan dan karya bersama yang bisa dikerjakan bersama-sama.

”Dua model kegiatan, seminar dan outbound ini, bagian tak terpisahkan dari generasi muda. Ruang kebersamaan ini harus digarap dengan menggandeng universitas lain,” kata Danang disela-sela seminar kebangsaan bertemakan Memaknai Pancasila dalam Ruang Milenial di Unika, Sabtu (17/11).

Menurut dia, ketiga universitas ini akan memberikan perspektifnya masing-masing dari sisi intelektual dan karyanya. Kegiatan ini diharapkan berlanjut, terbuka bagi universitas lain yang ingin bergabung. Saat ini Unika jadi tuan rumah. Jika kegiatan digelar rutin, nantinya universitas lain bisa giliran jadi tuan rumahnya. Di sisi lain, dosen Fakultas Teologi UKSW Pendeta Toni Tampake mengatakan, generasi milenial ditandai dua fitur utama, yakni tekno socialization dan jejaring masyarakat.

Kehadiran agama yang untuk bela keadilan, bisa dimainkan generasi milenial dengan difasilitasi teknologi informasi oleh jejaring.

”Era milenial, semua terfasilitasi dengan baik. Melawan intoleransi, melawan korupsi, serta memobilisasi antikorupsi bisa melalui media sosial, tidak perlu lagi meninggalkan kuliah dan turun ke jalan,” jelasnya. Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UIN Dr Muhyar Fanani menegaskan, generasi milenial jangan mudah dipecah belah dan perlu menjaga keberagaman.

Suara Merdeka 19 November 2018 hal. 20

Kategori: