Prestasi Best Paper Award Berhasil Diraih Oleh Mahasiswa FBS Unika
Jumat, 23 November 2018 | 13:18 WIB

Medina Muncar Irmaranti (dari kiri nomor 2) saat menerima penghargaan sebagai Best Paper Award pada ajang konferensi StuCELL 2018 UGM, Rabu (21/11/2018)

 

Salah satu mahasiswa Program Studi Sastra Inggris Fakultas Bahasa dan Seni Unika Soegijapranata Medina Muncar Irmaranti telah terpilih sebagai Best Paper Award dalam ajang konferensi mahasiswa yang diselenggarakan oleh Program Studi Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Universitas Gajah Mada, pada hari Rabu (21/11).

Ajang konferensi yang diberi nama Student Conference on English Literature and Linguistics (StuCELL) 2018 ini merupakan forum untuk diseminasi ide atau gagasan, diskusi karya ilmiah, serta perlunya meningkatkan minat dan gairah mahasiswa untuk melakukan penelitian yang mempunyai luaran karya ilmiah.

Dalam penuturannya, Medina Muncar Irmaranti atau sering disapa Medina ini mengikuti ajang konferensi untuk yang pertama kalinya, maka sebagai pengalaman pertama pasti banyak hal yang harus dipersiapkan terutama karena ini termasuk kompetisi ilmiah. “Awalnya saya juga takut untuk ikut karena takut oleh pertanyaan dan banyak hal lainnya, tapi setelah mengikuti konferensi ini jadi tahu bahwa dengan ikut acara seperti ini maka dapat memberikan informasi dan masukan-masukan untuk memperbaiki hasil karya kita, terutama jika paper ini dilanjut untuk dijadikan skripsi,” paparnya.

Saat ditanya apa yang menjadi kriteria penilian juri sehingga bisa meraih best paper award, Madina mengulas secara singkat. “Penilaiannya dari bagian abstract dulu, dari topik kemudian metodologi, teori and tujuan, dilanjut dengan penilaian paper. Apakah paper dan abstract sama-sama berkesinambungan, berikutnya apakah tujuan research dan hasilnya tercapai dan cocok dengan metodologi and teori yang di gunakan,” jelasnya.

Konferensi StuCELL 2018 yang diadakan di gedung Auditorium Seogondo lantai 7 FIB UGM ini, ternyata juga diikuti oleh peserta dari beberapa universitas di Indonesia. Dan untuk pelaksanaan tahun ini mengusung tema besar yaitu “Bahasa, Keragaman, dan Identitas (Language, Diversity, and Identity)”.

Sesuai dengan tema besarnya, Medina juga menjelaskan materi apa yang dipresentasikan oleh peserta. ”Para peserta yang umumnya adalah mahasiswa dari tingkat undergraduate, post dan lain-lain, masing-masing mempresentasikan materi pilihan mereka antara lain dari bidang literature yaitu social, culture, pop cult, folklore, mythology, fantasy dan sci-fi. Sedangkan dari bidang linguistic  meliputi social , cultural , political context of language, dan pragmatics semantics.”

Pada sesi akhir wawancara, Medina tidak lupa mengucapkan terima kasih atas dukungan dan pendampingan yang diberikan oleh Angelika Riyandari MA PhD beserta kedua temannya yang mengikuti acara konferensi dari awal pembuatan abstract, paper dan power point. Serta berpesan kepada rekan-rekan mahasiswa untuk jangan takut mengikuti acara seperti ini karena bisa membuat mahasiswa mendapatkan pengalaman, informasi dan ide-ide baru untuk ke depannya. (fas)

Kategori: ,