Perkuat Pancasila Melalui Ruang Interaksi
Senin, 19 November 2018 | 15:26 WIB

WWS 19_11_2018 Perkuat Pancasila melalui Interaksi
Ratusan mahasiswa dari Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata, Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo dan Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, saling bahu membahu dan bekerjasama dalam ajang outbond kebangsaan, yang digelar di kampus Unika Bendan Dhuwur, Semarang, Sabtu (17/11).

Selain itu juga digelar seminar kebangsaan, dengan menghadirkan para pembicara dari ketiga universitas tersebut. Kesemua ini, merupakan ruang bagi mahasiswa memaknai Pancasila.

"Kegiatan ini adalah bentuk pendekatan terhadap sebuah generasi yang disesuaikan dengan kondisi kehidupan, budaya, dan teknologi yang berkembang. Dalam seminar dan outbond ini memberi kesempatan, sekaligus ruang penafsiran bagi setiap mahasiswa untuk dapat mendefinisikan Pancasila secara logis dan kritis sesuai dengan perkembangan era yang ada," papar Wakil Rektor IV Bidang Kerjasama dan Pengembangan Unika Soegijapranta Benediktus Danang Setianto, di sela kegiatan.

Lebih lanjut dipaparkan, mahasiswa adalah generasi milenial yang tentu memiliki kekhasan dalam kehidupannya. Ini pula yang mempengaruhinya menafsirkan definisi dari setiap sila Pancasila itu sendiri. "Generasi milenial tentu berbeda dengan generasi yang sebelumnya atau setelahnya. Oleh sebab itu, menarik untuk mengembangkan pola pendekatan yang sesuai dengan generasi milenial, terutama dalam hal pemaknaan terhadap Pancasila. Harapannya, mahasiswa mampu memberi warna bagi bangsa dan negara berdasarkan Pancasila," tandasnya.

Peserta
Dalam kesempatan ini, dengan melibatkan peserta dari delegasi tiga universitas di Jateng, yang mewakili kekhasan keagamaan yaitu Universitas Katolik Soegijapranata, Universitas Islam Negeri Semarang, dan Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga. Hadirnya ke-tiga unsur universitas tersebut, diharapkan mampu mengumandangkan pesan perdamaian dan persatuan ditengah mulai lunturnya toleransi keberagaman. Hal ini akan semakin menguatkan nilai-nilai sila Pancasila sebagai kepribadian bangsa yang secara nyata, dan sengaja direncanakan dalam kegiatan melalui pemilihan peserta kegiatan.

"Dibutuhkan adanya sebuah ruang interaksi generasi milenial. Interaksi yang ada, tidak sekedar melalui buku atau dunia maya tetapi bertemu dan tatap muka dunia nyata. Ruang-ruang kebersamaan semacam ini perlu dibangun, kami menggandeng UIN Walisongo dan UKSW Salatiga. Untuk saling memberikan perspektifnya, bukan hanya intelektual tetapi juga karya bersama,"pungkasnya.

â–ºWawasan 19 November 2018 hal. 11

Kategori: