Para Peneliti Diminta Dukung Proyek Besar
Senin, 5 November 2018 | 8:36 WIB

image

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Jateng Ir Sugeng Riyanto meminta masyarakat mendukung proyek besar nasional yang orientasinya juga untuk kepentingan umum.

Sebab, tidak mudah mendapatkan investor yang mau menggelontorkan dana besar dalam kurun waktu panjang. Sebagaimana diketahu, pembangunan megaproyek tengah berlangsung di Jateng seperti PLTU Batang, PTSemen Indonesia di Rembang, dan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) Baturaden, Banyumas.

”Pro-kontra dalam pembangunan proyek besar memang terjadi, tapi harus dipahami, tidak mudah mendapatkan investor yang telah menanamkan dana besar.

Pemprov sendiri mendukung pembangunan berkelanjutan yang ramah lingkungan,” tandas Sugeng, saat menjadi narasumber dalam Temu Ilmiah Nasional VII Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI), di Gedung Thomas Aquinas, Unika Soegijapranata Semarang, Jumat (2/11).

Temu ilmiah diselenggarakan Program Studi Arsitektur Unika bersama Unnes, Universitas Pandanaran (Unpand), dan didukung Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jateng. Kegiatan itu diikuti ratusan peneliti dari berbagai universitas di Indonesia.

Selain Sugeng, narasumber lain yang dihadirkan adalah Dekan Fakultas Arsitektur dan Desain Unika Dra Tyas Susanti MA PhD dan dosen Fakultas Teknik Undip, Prof Ir Totok Roesmanto. Presiden IPLBI Cynthia Erlita Virgin Wuisang mengatakan, temu ilmiah ini agenda tahunan peneliti lingkungan binaan berbagai cabang ilmu.

Tujuannya, meningkatkan interaksi dan komunikasi, saling tukar informasi, dan menambah wawasan pengetahuan. Temanya faktual, selalu mengangkat hal-hal menarik seperti tahun ini adalah “Pelestarian Keberagaman dalam Pengelolaan Lingkungan Binaan”. Dalam pertemuan itu, ada kuliah umum, berbagi pengetahuan, diskusi, dan wacana.

Hasil pertemuan itu akan dipublikasikan dalam jurnal lingkungan binaan Indonesia. ”Temu ilmiah berlangsung selama dua hari, Jumat sampai Sabtu. Peneliti datang dari berbagai daerah, seperti Manado, Semarang, Jakarta, Lhokseumawe, dan Bandung,” jelasnya Cynthia, dosen Universitas Sam Ratulangi Manado didamingi Ketua Panitia Temu Ilmiah Supriyono.

►Suara Merdeka 3 Nopember 2018 hal. 24, https://www.suaramerdeka.com/smcetak

Kategori: ,