NSP Tingkatkan Kerjasama Unika Dengan PT Taiwan
Senin, 19 November 2018 | 8:32 WIB

image

TAIWAN – Kebijakan Baru ke Arah Selatan atau New Southbound Policy (NSP) yang diluncurkan oleh pemerintah Taiwan pada 5 September 2016 lalu membawa dampak positif terutama bagi kampus yang sudah bekerjasama dengan perguruan tinggi di Taiwan sebelumnya, termasuk Unika Soegijapranata.  Jumlah mahasiswa Unika Soegijapranata yang mendapatkan kesempatan ke Taiwan dalam rangka pertukaran pelajar dan beasiswa studi lanjut mengalami peningkatan.

Dalam presentasinya di sesi ketiga Simposium Indonesia-Taiwan-Vietnam-Thailand-India (ITVTI) pada (15/11/218) di Providence University Taiwan, Rektor Unika Soegijapranata Prof Dr. Ridwan Sanjaya, menyampaikan kerjasama kampusnya dengan perguruan tinggi di Taiwan sudah lama ada dan terbilang cukup aktif. Mahasiswa mendapatkan pengalaman selama pertukaran pelajar dan pengakuan kredit atas mata kuliah yang diambil di perguruan tinggi (PT) Taiwan. Banyak alumni Unika Soegijapranata yang mendapatkan beasiswa studi lanjut di Taiwan karena NSP. Penelitian bersama Taiwan juga dilakukan oleh Teknologi Pangan dan Sistem Informasi Unika Soegijapranata. Bahkan saat ini Magister Teknologi Pangan dan Magister Manajemen sudah menandatangani MoU untuk program sandwich.

Menurut Rektor Unika, saat ini generasi muda tidak hanya mencari pengetahuan (knowledge) dan kemampuan (skill) semata tetapi juga pengalaman baru (new experience). Semangat inilah yang juga diusung oleh Unika Soegijapranata yang mendorong transformasi dalam diri mahasiswa selama berproses di kampus ini. Alumni yang dinamis, progresif, inspiratif, dan mempunyai wawasan yang luas selalu diharapkan menjadi hasilnya.

Bukan hanya mahasiswa, alumni, dan dosen saja yang merasakan dampak dari kebijakan tersebut. Salah satu tenaga kependidikan Unika Soegijapranata juga ikut merasakan kesempatan mendapatkan beasiswa dari pemerintah Taiwan melalui NSP. Beberapa mahasiswa Unika Soegijapranata yang ditemui di sela-sela acara tersebut oleh Prof Dr. Ridwan Sanjaya dan Dekan Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Retang Wohanggara, menyatakan suka citanya selama berada di Taiwan.

Lebih lanjut menurut Rektor, selain dukungan beasiswa selama di sana, biaya hidup dan biaya dormitory atau asrama dirasakan cukup terjangkau. Stephani Inggrit, alumni program studi Sistem Informasi Unika, menyatakan biaya dormitory sebesar 9.000 NTD atau berkisar Rp 4,5 juta untuk satu semester dirasakan lebih murah dibandingkan biaya kos di sekitar kampus Bendan Dhuwur. Katharina Ardanareswari, dosen Teknologi Pangan Unika Soegijapranata, yang melanjutkan studi Doktoral di Providence University, juga mendapatkan beasiswa dari pemerintah Taiwan melalui professor yang menjadi dosen pemimbingnya. Wanita yang akrab disapa Bu Danik ini merasakan dana yang disediakan cukup untuk penelitiannya. Selain itu, banyaknya mahasiswa dan alumni Unika Soegijapranata di sana membuatnya merasakan selalu dekat dengan tanah air.

http://www.kampussemarang.com

Kategori: