NSP Tingkatkan Kerja Sama Unika – Taiwan
Rabu, 21 November 2018 | 15:29 WIB

SM 21_11_2018 NSP Tingkatkan Kerja Sama Unika-TaiwanLangkah Pemerintah Taiwan meluncurkan kebijakan baru ke arah Selatan atau New Southbound Policy (NSP) pada 5 September 2016, membawa dampak positif bagi kampus yang sudah bekerja sama dengan perguruan tinggi di Taiwan, ternasuk Unika Soegijapranata  Jumlah mahasiswa Unika yang mendapat kesempatan ke Taiwan terkait pertukaran pelajar dan beasiswa studi lanjut akan meningkat.

Pernyataan ini diungkapkan Rektor Unika Soegijapranata Prof Dr Ridwan Sanjaya dalam siaran pers ke kantor Harian Suara Merdeka, Selasa (20/11). "Kerja sama Unika dengan perguruan tinggi di Taiwan sudah lama dan terbilang cukup aktif. Mahasiswa mendapatkan pengalaman selama pertukaran pelajar dan pengakuan kredit atas mata kuliah yang diambil di sana," kata Ridwan yang memberikan presentasi di sesi ketiga simposium ITVTI di Providence University Taiwan, baru-baru ini.

Alumni Unika mendapatkan beasiswa studi lanjut di Taiwan, karena NSP. Bahkan, Magister Teknologi Pangan dan Magister Manajemen, kini sudah menandatangani nota kesepahaman atau MoU program sandwich. Menurutnya, generasi muda kini tidak hanya mencari pengetahuan dan kemampuan, tapi juga pengalaman baru. Semangat inilah yang juga diusung Unika yang mendorong transformasi dalam diri mahasiswa selama berproses di kampus.

Alumni dinamis, progresif, inspiratif, dan mempunyai wawasan yang bias selalu diharapkan menjadi hasil dari program tersebut. Bukan hanya mahasiswa, alumni, dan dosen saja yang merasakan dampak kebijakan tersebut. Salah satu tenaga kependidikan Unika ikut merasakan kesempatan mendapatkan beasiswa Pemerintah Taiwan melalui NSP. Ridwan bersama Dekan Fakulta Bahasa dan Seni (FBS) Unika Retang Wohanggara sempat menemui beberapa mahasiswa Unika di sela-sela acara tersebut. Mereka menyatakan suka city selama di Taiwan.

Alumni Program Studi Sistem Infonnasi, Stephani Inggrit menyatakan, biaya dormitory atau asrama sebesar 9.000 NTD (Dollar Taiwan Baru) atau berkisar Rp 4,5juta untuk satu semester, dirasakan lebih murah dibandingkan dengan biaya kos di sekitar kampus Bendan Dhuwur.

Katharina Ardanareswari, dosen Teknologi Pangan Unika Soegijapranata yang melanjutkan studi doktoral di Providence University, juga mendapatkan beasiswa dari Pemerintah Taiwan melalui profesor yang menjadi dosen pembimbingnya.

â–ºSuara Merdeka 21 November 2018 hal 21

Kategori: