Kuliah Umum FBS Undang Ahli dari Amerika
Jumat, 9 November 2018 | 12:10 WIB

 

Daniel Owen dari American Institute for Indonesian Studies (AIFIS), sedang memaparkan materinya di acara Kuliah Umum FBS Unika, Rabu (7/11/2018) di Henricus Constance lantai 3

 

Fakultas Bahasa dan Seni Unika Soegijapranata mengadakan Kuliah Umum “Creative Writing for Short Story and Poetry” pada Rabu (7/11). Dalam acara ini turut hadir Daniel Owen dari American Institute for Indonesian Studies (AIFIS) dan Dr. Ekawati Marhaenny Dukut, M.Hum, Dosen Fakultas Bahasa dan Seni Unika Soegijapranata sebagai pemateri dalam acara tersebut.

Dr Heny Hartono SS MPd dalam pembukaan kuliah umum ini memaparkan mengenai latar belakang diadakannya acara ini. “Acara ini bertujuan agar para mahasiswa dapat menambah pengetahuannya dan membantu dalam menulis cerita pendek dan puisi dengan menggunakan ide-ide kreatif yang dimiliki,” tutur Dr Heny sebagai Moderator dalam acara kuliah umum ini.

Sementara Daniel Owen sebagai salah satu pembicara dari AIFIS memaparkan tentang self-discipline atau aturan-aturan yang kita buat sendiri dalam menulis sebuah puisi, serta sisi lain yang juga sangat penting untuk diperhatikan yaitu kebebasan bereksperiman.

“Ketika kamu menulis sebuah puisi, kamu harus memiliki aturan sendiri untuk diikuti namun kamu juga dituntut untuk berani membebaskan jiwamu dalam bereksperimen sewaktu  menulis dan berani menghancurkan aturan yang kamu buat sendiri dengan mengetahui kapan kamu patut untuk melanggarnya. Hal ini dilakukan untuk dapat membebaskan jiwamu dalam berekspresi dan menemukan ide-ide kreatif dalam menulis sebuah puisi,” tutur Daniel.

Daniel Owen juga menambahkan bahwa untuk dapat mengetahui kekayaan makna dari sebuah puisi, kita bisa juga menerjemahkan sebuah puisi dari satu bahasa ke bahasa lainnya. “Dalam mempelajari sebuah puisi kamu dapat menerjemahkannya ke dalam bahasa lain untuk dapat menemukan makna-makna baru yang terkandung di dalam puisi tersebut. Misalnya kamu bisa menerjemahkan puisi Sapardi ke dalam bahasa Inggris seperti yang saya lakukan. Kamu akan menemukan kekayaan makna yang terdapat di dalam puisi itu sendiri ketika kamu menerjemahkannya.”

Sedang Dr Ekawati dalam pemaparannya menjelaskan mengenai penemuan ide-ide untuk menulis cerita pendek seperti misalnya menggunakan kelima indera kita, antara lain : bunyi lonceng Big Ben atau bunyi klakson kendaraan bermotor yang saling barsaut-sautan. Hal tersebut berbunyi dengan melewati beberapa proses dan proses itulah yang dapat kita jadikan inspirasi untuk membuat cerita pendek.

Dr Ekawati juga menyampaikan dalam penulisan puisi dan cerita pendek kita dapat menggunakan apa yang disebut dengan color idioms. Onomatopoeia atau bisa disebut dengan sound words adalah sebuah imaginasi dalam menyampaikan suatu ekspresi dan dapat kita temukan dimanapun dan kapanpun di dalam keseharian kita.

“Dalam menulis puisi dan cerita pendek kita dapat menggunakan apa yang disebut dengan Onomatopoeia atau yang disebut sound words. Hal ini adalah sebuah imaginasi dalam menyampaikan sesuatu ekspresi suara yang diterjemahkan ke dalam kata-kata dan dapat kita gunakan untuk membuat sebuah puisi atau cerita pendek. Contohnya adalah out of the blue, green belt, golden opportunity, dan tickled pink,” terang Dr Ekawati.

Acara yang berlangsung di Gedung Henricus Constant Lantai 3 ini mendapat respon yang baik dari para mahasiswa yang ditunjukkan dengan banyaknya pertanyaan yang muncul mengenai materi yang dipaparkan.(YBH)

Kategori: ,