CSE Unika Dekatkan Mahasiswa dengan Fintech
Selasa, 27 November 2018 | 12:13 WIB

Direktur OVO Johnny Widodo sebagai narasumber dalam acara gelar wicara di selasar gedung Thomas Aquinas, pada Senin (26/11/2018).

 

Fintech adalah merupakan kepanjangan dari Financial Technology.  Pada dasarnya, teknologi ini bekerja di area perbankan, peminjaman, dan lain lain, selain itu juga memberikan banyak solusi keuangan, khususnya bagi bisnis kecil menengah yang ingin berkembang.

Menyikapi hal tersebut Center for Student Entrepreneurship (CSE) sebagai pusat pengembangan kewirausahaan di Unika Soegijapranata, juga sebagai wadah bagi mahasiswa Unika Soegijapranata yang telah memiliki usaha dan antusias untuk memulai usaha, pada hari Rabu (30/5) telah mengadakan kegiatan Expo Kewirausahaan dengan tema “ Fintech for A Successful Business.”

Kegiatan yang diselenggarakan di Selasar gedung Thomas Aquinas kampus Unika ini, dikemas dalam beberapa acara diantaranya adalah gelar wicara dengan Direktur OVO Johnny Widodo, kompetisi penjualan dan pembelian cashless terbanyak, kompetisi stand, serta kompetisi photo booth.

Dalam penjelasannya, Dr Chatarina Yekti Prawihatmi SE MSi sebagai Kepala CSE Unika mengungkapkan bahwa acara yang diikuti oleh hampir mayoritas para mahasiswa dan sekitar 25 stand produk usaha mahasiswa tersebut memang diselenggarakan untuk mengenalkan dan mensosialisasikan penggunaan fintech dalam bisnis. “Kegiatan ini dikemas untuk memberikan pengetahuan kepada mahasiswa yang ingin berbisnis supaya mampu memanfaatkan fasilitas teknologi untuk keperluan penanganan keuangan dalam bisnis mereka.  Artinya memberi gambaran bahwa teknologi keuangan sudah semaju ini, dan bisa membantu mereka berbisnisnya lebih mudah, pencatatannya juga menjadi lebih real time, laporan penjualan maupun keuangan itu bisa dimanage lebih cepat daripada mereka tidak kenal fintech begitu,”terang Dr Yekti.

Sementara Direktur OVO Johnny Widodo dalam gelar wicara, menjelaskan banyak hal terkait OVO sebagai salah satu aplikasi yang tersedia di gadget yang bisa diunduh lewat perangkat android dan iOS serta dapat berfungsi dan memberikan kemudahan dalam bertransaksi (OVO Cash), dan OVO Point berupa Loyalty rewards yang diperoleh pengguna OVO setiap melakukan transaksi di berbagai merchant rekanan OVO.

“Jadi kalau saya lihat saat ini fintech memang lagi panas ya di Indonesia, kalau kita bicara dari pemainnya saja saat ini mungkin sekitar 140 lebih pemain di fintech. Jadi kebanyakan masih bermain di payment dan peer to peer landing. Kenapa ? jawabannya simple, di mana-mana orang masuk karena ada kesempatan atau ada opportunity, jadi kalau kita melihat di Indonesia kita punya bonus rakyat sebanyak 265 juta, kita punya bonus demografis orang-orang muda yang banyak, kita bonus GDP perkapita yang akan terus naik juga banyak, terus sekarang juga industri ini semakin lama semakin berkembang, apalagi yang menggunakan  smartphone, data juga semakin murah, kemudian kalau misalnya orang yang dulu transaksi perbankan banyak datang ke bank sekarang juga pakai aplikasi, jadi memang bonusnya itu saya pikir secara bisnis sangat berpeluang untuk masuk,” ungkap Johnny.

“Jadi OVO awal masuknya adalah ke business payment artinya alternatif pembayaran ya, jadi apapun yang misalnya kalau kita bayar tadinya dengan uang cash sekarang bisa cashless dan bisa secara digital. Disamping itu juga ada promo-promo dan cashback yang kita berikan, serta kemudahan yang kita ingin coba bangun dalam masyarakat. Jadi kita juga benar-benar mendukung gerakan dari pemerintah untuk gerakan nasional non tunai.  Sedangkan di Unika Soegijapranata saya ingin membangun budaya digital dan budaya cashless dari Universitas, karena para mahasiswa ini akan menjadi penerus bangsa kita,” tambahnya. (fas)

Kategori: ,