Unika Siapkan SDM untuk Kelas Internasional
Jumat, 5 Oktober 2018 | 9:15 WIB

SM 5_10_2018 Unika Siapkan SDM untuk Kelas InternasionalUnika menggelar serial seminar dan workshop kurikulum berbasis pencapaian belajar dalam rangka kebijakan internasionalisasi perguruan tinggi, di aula Gedung Mikhael, baru-baru ini.

Kegiatan yang menghadirkan Kasubdit Pembelajaran Khusus, Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Dr Uwes Anis Chaeruman itu dalam rangka menyiapkan program kelas internasional di Unika.

Uwes menegaskan, rencana Unika membuka kelas intemasional itu bisa terealisasikan sepanjang universitas swasta di Semarang itu bisa memenuhi persyaratan. Bukan hanya izin Kemenristekdikti, tapi juga kesiapan sumber daya manusia (SDM) seperti pimpinan perguruan tinggi, dosen, atau bahkan office boy (OB). "Perlu diperhatikan kesiapan ‘SDM, mengingat perkuliahan kelas ‘ intemasional bisa diikuti mahasiswa dari luar negeri. Apalagi bahasa internasional yang dipergunakan bahasa Inggris," kata Uwes yang juga dosen UNJ itu.

Menurut dia, Unika yang sudah berakreditasi A juga harus kerja sama dengan universitas dari luar negeri. Yang terpenting adalah niat ‘untuk mewujudkan kelas intemasional. "Ketika ada niat, maka 99 persen sudah akan bisa diwujudkan. Tinggal satu persennya bagaimana merealisasikannya," jelas dia.

Seminar itu menghadirkan pimpinan beberapa perguruan tinggi, baik dari Semarang, Surakarta, Kudus, Cilacap, dan Pekalongan. Wakil Rektor I Bidang Akademik Unika Dra Cecilia Titiek Mumiati MA PhD mengatakan, seminar ini memang dibuat serial karena akan ada kelanjutannya lagi terkait kelas intemasional.

"Kami sengaja mengundang pak Uwes dan pimpinan perguruan tinggi supaya bisa memberikan masukan terkait kelas internasional yang akan menjadi program kedepan di Unika," tandasnya.

Di nisi lain, Dekan Fakultas Hukum dan Komunikasi Unika Dr Marcella Elwina S SH CN MHum mengaku, konsep kelas internasional di Unika sudah digagas sejak 2014. "Kali ini, kami berupaya melanjutkan apa yang sudah menjadi gagasan itu. Kami ingin mulai dari internal Unika dulu, karena mendatangkan mahasiswa dari luar negeri ini juga tidak mudah," ungkapnya.

â–ºSuara Merdeka 5 Oktober 2018 hal. 24 

Kategori: