Syaharani and Queen Fireworks Bius Penonton
Senin, 29 Oktober 2018 | 9:32 WIB

WWS 26_10_2018 Syaharani and Queen Fireworks Bius Penonto

Penampilan grup jazz Syaharani and Queen Fireworks menjadi puncak kemeriahan pentas Soegijazz 2018 yang digelar Unika Soegijapranata di kampus Bendhan Dhuwur, Rabu (24/10) malam lalu.

Tampil dengan lagu-lagu andalan mereka, termasuk beberapa lagu yang diaransemen ulang dengan gaya jazz, kehadiran band yang pernah meluncurkan album di Semarang tersebut mampu menghibur para penonton yang hadir.

"Musik jazz saat ini semakin berkembang, adanya berbagai festival jazz, termasuk Soegijazz ini memberi dampak yang luar biasa terhadap perkembangan musik ini," papar Syaharani, sesaat sebelum pentas. Menurut dia, banyak anak muda yang berlatih jazz bersama komunitasnya.  Demikian juga sekolah hingga kampus. "Ini karena festival ini menjadi wadah bagi mereka untuk menunjukkan diri," imbuh Syaharani.

Berkembang
Dia pun menyakini dalam beberapa tahun ke depan, musik jazz tidak hanya berkembang secara kuantitas, namun juga kualitas musik yang dimiliki.

"Saya sebagai salah satu juri dalam Anugerah Musik Indonesia (AMI), khususnya dalam klasifficasi jenis musik. Banyak musik jazz dari band-band indie, yang semakin membaik dari segi kualitas. Ini tentu bagus bagi perkembangan musik jazz," tandasnya.

Selain Syaharani and Queen Fireworks, turut hadir sebagai pendukung acara di antaranya Edwin Putro and Friends, MLD Jazz Project Seasen 3, Jazz Ngisoringin GGS, Unika Band, serta Soegiband, band gabungan pemusik dari dosen dan tenaga kependidikan Unika.

"Jazz menjadi genre pilihan dikarenakan pada aliran ini, terdapat nilai-nilai yang dirasa sesuai dengan karakteristik kampus kami, Unika Soegijapranata," papar Ketua Panitia Unika Soegijazz 2018, Christian Moniaga.

Diterangkan, nilai-nilai tersebut antara lain kebebasan, idealisme, dan harmoni. "Nilai ini tercermin dalam karakteristik kampus, yang selalu memberikan kebebasan imajinasi bagi pendidikan mahasiswa. ldealisme yang terarah, dan semuanya saling tergabung dalam sebuah harmoni kehidupan kampus yang indah. Ini sama persis dengan lantunan musik jazz," pungkasnya.

â–ºWawasan 26 Oktober 2018 hal. 11

Kategori: