Prof M Mahfud MD: Pancasila Makin Diperlukan Di Masa Depan, Era “Keterasingan” Karena Gadget
Selasa, 9 Oktober 2018 | 15:09 WIB

image

Pancasila di masa sekarang dan depan akan menghadapi banyak tantangan. Di antaranya banyak produk hukum dibuat dengan tidak berdasarkan rasa keadilan serta munculnya banyak gerakan radikalisme, intoleransi dan lain sebagainya di masyarakat. Juga munculnya generasi baru yang dalam kehidupan kesehariannya lebih didominasi penggunaan teknologi IT lewat gadget sehingga kurang interaksi sosial dengan anggota masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Guru Besar UII Yogyakarta yang juga anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prof Dr M Mahfud MD SH SUkepada pers di kampus Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang usai Prof Mahfud MD tampil sebagai pembicara Kuliah Umum kebangsaan di depan para mahasiswa baru Unika di sport hall kampus setempat, Senin (8/10/2018).

“Di masa depan orang  akan semakin terasing karena bisa melakukan semua aktivitas dari kamar masing masing lewat gadget. Pancasila akan sangat dibutuhkan untuk pendidikan watak atau karakter membangun bangsa. Pembangunan manusia di masa depan bisa tidak seimbang dan lebih menekankan pada ilmu atau otak ketimbang hati nurani kalau Pancasila diabaikan. Tren ke depan makin banyak skill atau otak dicapai manusia tetapi hati nurani masa depan lemah sehingga Pancasila perlu diinternalisasikan dalam kehidupan” ujar Prof  Dr Mohammad Mahfud MD SH SU bersama Rektor Unika Soegijapranata Semarang Prof Dr Ridwan Sanjaya SKom SE MSIEC dan dosen Unika Dr Antonius Maria Laot Kian SS MHum.

Untuk menempatkan Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara, ujar Prof Mahfud MD, Pancasila perlu dimasukkan menjadi mata pelajaran tersendiri yang selalu ada di tiap jenjang pendidikan mulai SD, bahkan mulai TK  sampai perguruan tinggi. Selama ini Pancasila tidak masuk dalam mata pelajaran khusus yang diajarkan di tiap tingkatan dan jenjang Pendidikan. Pancasila hanya menjadi bagian yang ada di dalam beberapa mata pelajaran misalnya geografi, sejarah, politik dan lain lain.

Sementara itu Rektor Unika Soegijapranata Semarang Prof Dr Ridwan Sanjaya SKom SE MSIEC menyatakan sebagai lembaga pendidikan, Unika setiap tahun sudah mengenalkan materi kebangsaan atau Pancasila sejak mahasiswa masuk Unika (mahasiswa baru). Juga pada semua kegiatan pelatihan mahasiswa di semester semester berikutnya seperti pada tiap jenis latihan kemimpinan mahasiswa. Teknik yang dipakaipun tidak hafalan tetapi menemukan jawabannya dari keadaan di masyarakat atau sampai pada taraf pengamalan Pancasila di masyarakat.

http://www.kampussemarang.com

Kategori: