Mahasiswa Unika Tekuni Barista
Senin, 15 Oktober 2018 | 14:53 WIB

Para pecinta kopi pasti tidak asing dengan istilah barista, yaitu sebutan bagi para peracik kopi sekaligus seniman yang tahu betul seberapa banyak takaran dan campuran yang diperlukan untuk menyajikan espresso dan variasinya. Banyak dari mereka yang memulai profesi ini secara otodidak, namun tak jarang pula dari mereka yang menjadi seorang barista dengan terjun langsung di dalam komunitas, bahkan menjadikannya sebagai penghasilan dengan bekerja secara part-time.

Rizky Zafar Ali merupakan mahasiswa Unika Soegijapranata yang telah cukup lama berkecimpung dalam dunia kopi dan barista ini. Mahasiswa akuntansi dari Fakultas Bisnis dan Ekonomi ini telah memulai karirnya sebagai barista di salah satu gerai Starbucks di Semarang sejak Agustus 2016. Ali, sapaan akrabnya, mengaku pertama kali mengenal kopi ketika berkunjung ke sebuah kebun kopi bersama teman-temannya. Di sanalah ia pertama kali mengenal biji kopi dimulai dari proses penanaman di tangan para petani hingga akhirnya terhidang di dalam secangkir kopi.

Kecintaannya pada kopi tumbuh sejalan dengan kesempatan yang didapatkannya. “Awalnya aku memutuskan menjadi seorang barista dengan mengikuti wawancara walk-in interview yang diadakan ketika masa KKN (Kuliah Kerja Nyata). Wawancara saat itu menggunakan Bahasa Inggris. Aku sempat deg-degan juga sebenarnya, tetapi aku jalani saja dan juga sambil mempersiapkan dokumen-dokumen yang dibutuhkan untuk wawancara,” tuturnya.

Ali yang juga hobi berolahraga tenis ini menuturkan bahwa pada awalnya ia mendaftar sebagai part-time barista, namun seiring berjalannya waktu ia pun memutuskan untuk menjadi seorang full-time barista.

Semua Orang Bisa Menjadi Barista

“Semua orang bisa menjadi barista,” ungkap Ali ketika ditanya perihal kesibukannya saat ini, “Asal ada kemauan untuk terus belajar,” terangnya. Sebelum mendapatkan pelatihan di tempatnya bekerja, Ali membekali dirinya sendiri dengan belajar meracik kopi secara otodidak dan mengenal resep-resep yang ada. “Pada dasarnya, bahan yang digunakan itu sama, tinggal bagaimana kita meramunya sesuai dengan takaran yang pas maka bisa dihasilkan seduhan kopi yang nikmat pula,” imbuhnya.

Baginya, menjadi seorang barista bukan hanya sekedar memberikan pengalaman yang berkesan tetapi juga menemukan nilai-nilai yang berguna dalam membentuk karakter dirinya. “Aku sebenarnya bukan orang yang mudah ngobrol dengan orang lain, apalagi mungkin untuk memulai suatu pembicaraan. Tetapi di sini, aku belajar bagiamana aku harus bisa berinteraksi dengan para pelanggan dan mengenal banyak orang dengan  karakter yang bermacam-macam. Nah, dari situ aku akhirnya bisa menjadi lebih berani,” ungkapnya.

Selain softskill yang didapatkannya, ia pun mendapatkan relasi yang semakin luas dengan berkenalan dengan sesama barista maupun customer, serta pengetahuan kopi yang semakin mendalam. “Apalagi kalau kita bisa mendapatkan kesempatan untuk bergabung dengan komunitas yang besar, maka biasanya kita juga bisa mendapatkan kesempatan untuk saling bertukar ilmu dan belajar dengan barista di tempat lain”.

Harus Bisa Bagi Waktu

Kendala waktu kerap menjadi tantangan bagi mahasiswa, khususnya untuk membagi waktu antara bekerja dan kuliah. “Mahasiswa yang kuliah sambil bekerja pasti mengalami kendala dalam hal waktu. Menurutku, kembali pada diri kita sendiri, selama kita bisa membagi waktu dan memanfaatkan waktu yang ada dengan sebaik-baiknya maka baik kuliah dan bekerja pun bisa berjalan selaras. Bahkan menurutku, sebenarnya pengalaman bekerja secara part-time itu sendiri bisa menjadi suatu nilai lebih bagi diri kita dan juga menunjang softskill yang kita butuhkan untuk ke depannya,” ungkapnya.

Banyak pengalaman yang ia bagikan selama menjadi seorang barista. “Kendala lain mungkin lelah ketika harus masuk shift malam dan besok paginya harus bertemu dengan dosen pembimbing. Tetapi kembali lagi dengan bagaimana cara kita bisa mengatur waktu,”ungkapnya.

Meskipun banyak tantangan yang dialaminya, hal itu tak menyurutkan semangat Ali untuk terus berkarya. Dari semua pengalaman dan dinamika yang telah dibagikannya, Ali menyampaikan harapannya bagi anak muda supaya terus berkarya dan terus semangat dalam berjuang menggapai impian dan cita-cita. (B.Agth)

Kategori: ,