Jadikan Siswa SMA Sebagai Agen Isu Pangan
Senin, 22 Oktober 2018 | 11:26 WIB

Dr R Probo Yulianto STP MSc selaku Dekan Fakultas Teknologi Pertanian Unika Soegijapranata, saat menyampaikan pesannya pada acara pembukaan FCD 2018, di ruang Teater Thomas Aquinas pada Jumat (19/10/208)

Berusaha mendalami makanan pada era Generasi Z. Itulah yang berusaha diulik Program Studi (Prodi) Teknologi Pangan Fakultas Teknologi Pertanian Unika Soegijapranata dalam acara bertajuk Food Competetition Day (FCD) 2018.

Food Competition Day sendiri pada intinya merupakan adalah wadah bagi siswa SMA untuk berkompetisi tentang hal yang terkait dengan isu-isu pangan. Harapannya mereka menjadi pembawa pesan yang baik tentang dunia pangan, seperti bagaimana cara konsumsi yang baik, mengatasi problem pangan dan berperilaku yang baik terhadap pangan, atau singkatnya menjadi agen yang baik mengenai isu pangan,” terang Dr R Probo Yulianto  STP MSc, selaku Dekan Fakultas Teknologi Pertanian Unika Soegijapranta.

“Disamping itu kita juga secara spesifik mengambil tema Food In Z Generation karena melihat makanan Generasi Z yang mulai berbeda. Maka dengan mengusung tema ini, kami berharap peserta semakin memahami apa yang mereka makan, gizi yang ada dan informasi lainnya, sehingga mereka dapat memperbaiki asupan makanan itu,” jelas Dr Probo.

Dalam penyelenggaraan FCD 2018 ini terdapat tiga jenis lomba, meliputi  lomba debat (dalam Bahasa Inggris), lomba film pendek, dan lomba riset. “Semua lomba mengangkat tiga sub tema yang merangkum tema besar Food In Z Generation, yaitu youth (orang muda), environment (lingkungan), serta food (makanan),” tutur Felix selaku ketua panitia FCD 2018.

“Khusus lomba debat, kita mengadakan dalam Bahasa Inggris. Ini karena pangan bukan hanya keprihatinan kita saja, melainkan keprihatinan dunia. Untuk itu diusunglah debat dengan Bahasa Inggris untuk menempatkan pemikiran dan pemahaman peserta pada konteks dunia dan internasional,” tambah Dr Probo.

Food Competition Day 2018 ini menjadi menarik bukan hanya karena tema yang diusung sangat kontekstual, melainkan juga terdapat lomba riset untuk anak SMA. Menurut Dr Probo, ini merupakan tahun kedua diadakannya lomba riset pada acara Food Competition Day.

“Setiap ada lomba yang diikuti peserta SMA, kami selalu bertanya kepada para guru yang mendampingi tentang apa yang dipelajari di SMA. Salah satunya adalah riset. Melihat hal ini kami pun mencoba mengusung riset sebagai salah satu bagian lomba dan ini didukung juga oleh para guru,” ungkap Dr Probo. “Memang riset yang dilakukan masih relatif sederhana dan sekadar menciptakan makanan baru, cook and look. Namun setidaknya ada kajian ilmiahnya dan dapat dipertanggung jawabkan, sehingga bukan main-main belaka,” jelas Dr Probo lebih lanjut.

Acara pagelaran Food Competition Day 2018 ini diselenggarakan selama dua hari mulai Jumat hingga Sabtu (19/10 – 20/10), bertempat di Teater Thomas Aquinas dan Gedung Justinus Unika Soegijapranata, serta diikuti oleh 12 sekolah yang berasal dari kota Semarang  dan Surakarta. Para peserta tersebut antara lain SMA Kolese Loyola, SMA YSKI, SMAN 15 Semarang dan SMA Regina Pacis Surakarta.  (FFI)

Kategori: ,