Generasi Milenial Merajut Kebangsaan
Selasa, 9 Oktober 2018 | 16:56 WIB

Pada Senin (8/10), Unika Soegijapranata kembali mengadakan Kuliah Umum Kebangsaan bagi para mahasiswa angkatan 2018, yang merupakan mahasiswa baru tahun akademik 2018-2019.

Kuliah Umum yang untuk kedua kalinya diadakan ini bertujuan meningkatkan rasa nasionalisme dan cinta Pancasila bagi mahasiswa, terutama mahasiswa baru Unika Soegijapranata.

Acara yang digelar di gedung Sporthall Unika ini mengangkat tema ‘Generasi Z-Generasi Alpha, Generasi Pancasila’. Dan menghadirkan pembicara utama Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD, S.H., S.U., yang merupakan anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), serta pembicara lainnya dari Dosen Fakultas Hukum dan Komunikasi (FHK) serta Ketua Pusat Mata Kuliah Pengembangan Unika Soegijapranta, Dr. Antonius Maria Laot Kian, S.S., M.Hum.

Turut hadir pula Rektor Unika Soegijapranata, Prof. Dr. F Ridwan Sanjaya, MS., IEC yang memberikan sambutan diawal acara dengan menyinggung mengenai pentingnya arti dan nilai Pancasila bagi Generasi Z dan Generasi Alpha yang merupakan generasi milenial.

”Generasi milenial merupakan pengguna aktif teknologi, di mana mereka rentan menjadi pelaku penyebaran hoax atau berita bohong di dunia maya. Hal ini menyebabkan arti penting Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup perlu dikuati,” ucap Prof. Ridwan.

“Unika Soegijapranata dengan “Unika Connect” mencoba menghubungkan talenta-talenta yang dimiliki oleh sivitas akademika kepada masyarakat luas sehingga penggunaan teknologi informasi yang memang harus terjadi di era sekarang dan mendatang bisa diarahkan untuk menumbuhkan hal-hal yang berguna atau menciptakan platform-platform yang mendukung sivitas akademika untuk bisa berkembang dengan baik,” tutur Prof. Ridwan.

Sementara Dr. Antonius Laot sebagai pembicara dan dosen dari Unika, dalam paparan materinya menyampaikan mengenai Etika Pancasila.

“Etika Pancasila adalah etika yang mendasarkan penilaian baik dan buruk pada nilai-nilai Pancasila, yaitu nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan. Suatu perbuatan dikatakan baik bukan hanya karena tidak bertentangan dengan nilai-nilai tersebut, namun juga sesuai dan mempertinggi nilai-nilai Pancasila tersebut .”

Paparan materi selanjutnya disampaikan oleh Prof. Mahfud dengan menjelaskan tentang sejarah kemerdekaan Indonesia.

“Indonesia adalah satu-satunya negara yang memperoleh kemerdekaan bukan karena hadiah dari negara lain, melainkan dengan mengusir para penjajahnya,” tegas Prof. Mahfud.

Lebih jauh Prof Mahfud juga menyatakan bahwa tantangan Pancasila di masa kini adalah hukum, radikalisme, dan intoleransi, sedangkan di masa depan ialah generasi yang akan datang. Maka relevansinya Pancasila pada generasi yang akan datang adalah menekankan pendidikan watak untuk membangun manusia, baik itu hati, nurani, dan otaknya itu berjalan seimbang.

Suatu generasi baru yang didominasi dengan perkembangan IT akan membuat orang-orang terasing dari kehidupan masyarakatnya, “Pancasila menjadi relevan karena Pancasila itu menekankan pendidikan watak untuk membangun manusia, namun tren generasi pada umumnya itu lebih menekankan pada skill, pada kecerdasan otak, tapi kemanusiaannya kurang di masa depan, oleh sebab itu pentinglah Pancasila mulai dari sekarang,” tutur Prof Mahfud.

Kuliah umum kebangsaan ini disambut dengan antusiasme mahasiswa yang tinggi. Hal ini terbukti dengan banyaknya mahasiswa yang ingin bertanya pada sesi tanya jawab. Namun hanya enam mahasiswa yang mendapat kesempatan untuk bertanya. Tetapi hal ini tidak mengurangi antusiasme mahasiswa. Pada akhirnya kuliah umum diakhiri dengan menyanyikan Mars Unika Soegijapranata. (CBL)

Kategori: ,