Eliminasi HIV-AIDS lewat Aplikasi Mapan & Propilar
Selasa, 2 Oktober 2018 | 10:25 WIB

WWS 29_9_2018 Eliminasi HIV-AIDS lewat Aplikasi Mapan & Propilar

Bekerja sama dengan Unika Soegijapranata, Kementerian Kesehatan dan WHO, Kesehatan Kota Semarang meluncurkan aplikasi ‘Mapan Sehat’ dan ‘Propilar’ berbasis android.

Pengembangan aplikasi ini, untuk mendukung kerja dinas terkait, dalam memenuhi target ‘Three Zero’ pada 2030, yakni tidak ada lagi penularan HIV, tidak ada lagi kematian akibat AIDS, dan tidak ada lagi stigma dan diskriminasi pada orang dengan HIV-AIDS (ODHA).

"Unika dan Dinas Kesehatan mulai berkoordinasi pada awal 2018, untuk menghasilkan solusi dalam mengakselerasi pencapaian target tersebut. Kedua aplikasi ini merupakan bentuk inovasi, yang dihasilkan dalam kerjasama yang didukung WHO; papar Rektor Unika, Prof Ridwan Sanjaya, di sela peluncuran di kampus Bendhan Dhuwur, Kamis (27/9) lalu.

Diterangkan, aplikasi Propilar akan membantu Dinas Kesehatan dalam meningkatkan disiplin minum ARV untuk ODHA secara rutin, sehingga kondisi pasien tetap prima. Sedangkan aplikasi Mapan Sehat akan mendukung petugas kesehatan, dalam menelusuri dan menemukan kasus di masyarakat terkait TBC, HIV dan AIDS.

■ Pengembangan
Dua mahasiswa Unika, dari program studi Sistem informasi yakni Naftalita Calista Putri dan Andre Kumiawan, juga ikut terlibat penuh dalam pengembangan aplikasi ini. "Ini merupakan bagian dari mereka, yang diharapkan bisa menjadi solusi dalam upaya peningkatan kondisi kesehatan di masyarakat," jelas Ridwan.

Menurutnya, dampak positif dari aplikasi yang dikembangkan mahasiswa, merupakan tuntutan dari program studi Sistem Informasi pada setiap skripsi. "Bukan hanya menghasilkan alat bantu semata, namun juga berkontribusi untuk masyarakat," imbuh Ridwan. Sementara konsultan WHO, Slamet Riyadi, menyatakan dukungan WHO kepada karya-karya kreatif dan inovatif dalam menghasilkan solusi kesehatan di Indonesia.

Dikatakan, Unika yang aktif dalam melakukan inovasi digital di dunia pendidikan, telah membuktikan bukan menara gading, tetapi juga ikut menyumbangkan talentanya di masyarakat.

"Nantinya, kita juga masih akan melanjutkan kajasama dengan Unika Soegijapranata, dalam program sosialisasi kesehatan kepada masyakat secara digital,” tandas Slamet Riyadi.

►Wawasan 29 September 2018 hal. 11

Kategori: