Dorong Mahasiswa Terlibat Dalam Dunia Kreatif
Senin, 22 Oktober 2018 | 14:00 WIB

Dr Heny Hartono MPd dalam paparan materinya di acara kuliah umum FBS di Teater Thomas Aquinas, Kamis (18/10/2018)

Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Katolik Soegijapranata, telah menggelar Kuliah Umum pada Kamis (18/10) di Ruang Teater Gedung Thomas Aquinas.

Seperti yang dituturkan oleh Dra Wuryani Hartanto MA selaku ketua panitia, acara ini merupakan acara tahunan yang rutin dilakukan untuk menyambut mahasiswa baru Fakultas Bahasa dan Seni.

Kuliah umum tahun ini mengangkat sebuah topik besar yaitu “Get Enganged in Creative World”. Tema ini dipilih karena tim dosen FBS merasa bahwa ini sangat cocok dengan mahasiswa mereka, dan topik ini memiliki pesan utama “How become Creative”, yang mendorong generasi muda untuk terlibat dalam dunia kreatif.

Hadir dalam kuliah umum ini tiga presenter yang berasal dari dosen Unika, dua diantaranya adalah dosen FBS dan satu dosen FHK (Fakultas Hukum dan Komunikasi). Materi kuliah umum pun dibagi menjadi tiga bagian, yang pertama bagaimana bisa menjadi kreatif dalam entrepreneurship oleh Yimmy Iskandar ST MBA, materi  kedua adalah bagaimana ikut terlibat dalam dunia kreatif dengan Communicative Competence oleh Dr Heny Hartono MPd dan materi yang ketiga berkaitan dengan photography oleh Simon Dodit Yogo Pitoyo, SKom.

Salah satu presenter, Dr Heny memaparkan tentang keunggulan dunia kreatif bahasa bagi generasi muda. “Mahasiswa, khususnya yang dari Fakultas Bahasa dan Seni, bisa memasuki dunia creative program dengan kemampuan berkomunikasi mereka dalam bahasa Inggris. Kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris lebih dari bahasanya itu sendiri, selain language proficiency (keahlian berbahasa), communicative proficiency (keahlian berkomunikasi) juga penting. Jadi selain mengetahui bahasanya juga mengetahui cara pemakaiannya,”ucap Dr Heny.

Dr Heny juga menjelaskan tentang permasalahan kenapa mahasiswa kurang tertarik untuk terlibat dalam creative world.“Permasalahan yang dihadapi mahasiswa adalah rasa malas, karena pada dasarnya setiap orang diberi talent, dan talent tersebut bisa kita pakai untuk menjadi kreatif dalam bidang kita. Hanya saja, kita mau nggak?” ungkapnya. (YNS)

Kategori: ,