Unika Terima Sembilan Darmasiswa Tahun ini
Rabu, 5 September 2018 | 11:50 WIB

Unika Soegijapranata kembali menerima sembilan darmasiswa yang akan studi tentang Indonesian Culinary dan Traditional Herbal Medicine (jamu). Sembilan darmasiswa tersebut berasal dari beberapa negara, antara lain : Spanyol, Meksiko, Tunisia, Tajikistan, Arab Saudi, Bangladesh, Slovakia dan Papua Nugini.

Dalam rangka orientasi darmasiswa di Unika maka UPT International Office pada Senin (4/9) mengadakan acara perkenalan tentang Unika Soegijapranata, sistem belajar, regulasi dan perkenalan dosen pada para mahasiswa darmasiswa.

Acara yang diselenggarakan di ruang seminar gedung Mikael ini juga dihadiri oleh Wakil Rektor IV bidang Kerjasama dan Pengembangan Unika B. Danang Setianto, SH., LL.M., MIL, Kepala UPT International Office Stefani Amanda Harmani, S.TP, M.Sc serta beberapa tim pengajar atau dosen.

Dalam wawancara, Stefani Amanda mengungkapkan tentang kegiatan yang akan dilakukan oleh darmasiswa selama studi di Unika Soegijapranata.

“Darmasiswa ini akan berada di Indonesia selama 10 bulan yaitu mulai bulan September 2018 sampai dengan Mei 2019. Dan dalam masa tersebut para mahasiswa ini akan dibekali bahasa Indonesia intensif dulu di awal sehingga lancar komunikasi dan adaptasi, lalu baru praktek terjun ke lapangan kunjungan ke kampung jajanan utk praktek setiap minggu,” jelasnya.

“Untuk kunjungan prakteknya mereka juga akan ada kunjungan ke jamu-jamu gendong,” imbuh Amanda.

Tertarik Pelajari Jamu Tradisional

Salah satu darmasiswa Cristina Rodriguez Sosa dari Meksiko sempat ditanya kesan awalnya ketika datang ke Semarang.

“Saya senang bisa datang ke Semarang. Meskipun saya baru tiga hari di sini, tetapi sempat melihat bangunan yang sangat berwarna, demikian juga orang-orangnya sangat ramah dan murah hati. Terlebih Unika yang telah sangat membantu saya dalam menyiapkan apa pun yang saya butuhkan,” jelas Cristina.

“Ada beberapa kesamaan antara Meksiko sebagai tempat asal saya dengan Indonesia.  Kesamaan itu antara lain pada sifat kekeluargaan masyarakatnya, banyaknya jenis jajanannya dan juga cuacanya,” ucapnya.

“ Saya belajar Visual Arts tapi saya bekerja dengan membuat ilustrasi tanaman. Saya bekerja sama dengan ahli biologi dan mereka mengkhususkan diri dalam pembuatan gambar tanaman dan saya sangat tertarik dengan kemanfaatan tanaman, jadi saya pikir itu adalah program yang sangat menarik maka saya memilih mempelajari jamu tradisional di sini,” tandasnya. (fas)

Kategori: ,