Unika Soegijapranata Terpilih Wakili Indonesia di Bangkok
Senin, 10 September 2018 | 16:06 WIB

Sustainable Development Goals (SDGs) merupakan kelanjutan agenda pembangunan Global yang sebelumnya dikenal sebagai Millenium Development Goals (MDG) yang strateginya  adalah memberikan kesempatan kepada banyak orang untuk terlibat aktif dalam mengkampanyekan atau mengkomunikasikan bahwa ada agenda pembangunan global untuk kemaslahatan manusia dan planet bumi yang diselenggarakan oleh PBB.

Tim dari Unika Soegijapranata yang mewakili Indonesia dalam ajang kompetisi SDGs tersebut terpilih menjadi salah satu finalis dari lima finalis  hasil seleksi oleh Hong Kong America Center dan Konrad Adenauer Stiftung, yaitu dua pihak panitia yang memberikan kesempatan kepada anak muda di Asia untuk terlibat dalam pengkomunikasian agenda SDGs.

Lima negara yang ditetapkan sebagai finalis yaitu Nepal, India, Pakistan, Mongolia dan Indonesia. Dan ada dua Universitas dari lima finalis ini yakni dari India dan Indonesia. Yang dari Indonesia itu adalah Unika Soegijapranata (http://sdgasia.org/projects/indonesia/ )

Sebagai kelanjutan terpilihnya Tim Unika Soegijapranata dalam kompetisi SDGs tersebut maka mulai tanggal 8 – 9 September 2018, tim dari Unika Soegijapranata diundang oleh Hong Kong America Center dan Konrad Adenauer Stiftung ke Bangkok -Thailand,

Ambil Contoh TPA Ajibarang

Dalam penjelasannya, Ketua tim SDGs Unika Abraham Wahyu Nugroho, SIKom.,MA mengutarakan tentang awal mula terpilihnya Unika sebagai salah satu finalis dalam kompetisi SDGs tersebut.

Dua pihak yaitu Hong Kong America Center dan Konrad Adenauer Stiftung tadi memberikan kesempatan anak muda di Asia untuk mengirimkan proposal dalam bentuk multimedia essay, kalau selama ini essaynya adalah essay dalam bentuk secara paper tertulis namun kali ini dikemas dalam multimedia. Hal tersebut dengan tujuan SDGs ingin menyasar anak muda, dengan usia dibatasi maksimal 35 tahun. Dan mereka ingin fokus pada generasi muda yang nanti pesannya itu akan sampai pada generasi muda di Asia, maka multimedia ini produk akhirnya akan sama dengan video digital yang akan dikomunikasikan melalui media-media sosial dengan durasi serta bentuk pesan di video singkat yang menarik, itu yang menjadi tujuan dari acara ini diadakan,”terang Abraham.

Tujuan pembangunan global  itu kalau tidak salah ada sekitar 17, kami hanya fokus 4 tujuan saja yaitu tujuan nomor 7, 9, 11 dan 13. Fokusnya yaitu tentang energi yang terbarukan, kemudian tentang kota dan komunitas yang tangguh, selanjutnya ada inovasi industri dan yang terakhir adalah perubahan iklim. Dari empat fokus tujuan ini, kemudian kami mengambil contoh adalah TPA Jatibarang karena di TPA Jatibarang itu ternyata ada pemulung yang menjadi bagian dari komunitas yang ternyata bisa bertahan karena ada TPA di situ. Di TPA itu juga ada pengelolaan atau pengolahan gas metana, maka atas bantuan dari pemerintah Denmark dibuatlah pembangkit listrik dan kemudian kerjasama dengan PLN. Jadi pemanfaatan gas metana itu ada dua yaitu untuk memasak dan untuk listrik meskipun  saat ini penggunaannya masih terbatas pada penduduk di sekitar Jatibarang,” sambungnya.

Kuliah Webinar

Lebih lanjut Abraham menuturkan setelah terpilih sebagai finalis maka kemudian tim Unika di latih melalui kuliah online atau sering disebut webinar (seminar online) selama empat bulan, dengan didampingi oleh fasilitator dari Hong Kong America Center, tentang bagaimana isu SDGs khususnya empat tujuan tadi di masing-masing negara finalis ini (5 negara). Dalam kuliah tersebut kami dilatih bagaimana membuat video, antara lain bagaimana kita mengcapture, bagaimana kita mengedit dengan menggunakan software yang user friendly jadi sangat mudah digunakan untuk orang awam.

Kemudian sebagai kelanjutan dari kuliah online, maka pada tanggal 8 dan 9 September kami bertemu di Bangkok untuk mendiskusikan hasil kerjasama kami dari masing-masing negara dalam video yang mungkin belum fixed tapi disitulah kami bertemu secara tatap muka untuk mendiskusikan mulai dari isu yang berkembang hingga alasan pemilihan tema video, pendekatan musik dan sound efeknya. Di akhir kegiatan, kami diberi waktu untuk memperbaiki, dan kulminasinya adalah kami akan mempresentasikan video ini di pertemuan Kementerian lingkungan se-Asia di Singapura.

“Dari Unika saya mengajak teman-teman dari UKM Soegijapranata Echo Life (SEL) karena saya berpikir bahwa ini adalah kesempatan yang baik buat mereka belajar tentang isu lingkungan dalam konteks global dan kemudian harapan saya pribadi juga bisa menjadi agen yang terlibat dalam penyampaian issue SDGs,” tuturnya.

Menambah Pengalaman Mahasiswa

Sementara salah satu mahasiswa Unika dari UKM SEL yang ikut terlibat dalam kompetisi SDGs Maria Annette Igrecia mengungkapkan kebanggaannya karena bisa terpilih dalam ajang kompetisi SDGs.

“Sejak awal ikut dalam SDGs ini, kita nggak sampai berpikiran untuk menuju ke kemenangan, kita hanya mencari pengalaman aja, tapi ternyata kita malah sampai masuk di finalis ini, Puji Tuhan kita senang sekali sampai ke Bangkok. Pengalaman yang kami dapat juga sangat banyak sekali terutama belajar tentang organisasi di dalam perlombaan, juga lebih tahu tentang sampah dan pengolahannya karena kita bener-bener terjun langsung di TPA Jatibarang dan melihat situasi kondisi sampah terutama di kota Semarang,”tandasnya.(Fas)

Kategori: ,

2 Responses to “Unika Soegijapranata Terpilih Wakili Indonesia di Bangkok”

  1. Yovita Indrayati says:

    Selamat dek Bram….sukses selalu….mantap….

  2. Yovita Indrayati says:

    Selamat dek Bram….sukses selalu….ya