Seminar Perempuan dan Disabilitas oleh FHK Unika
Sabtu, 1 September 2018 | 16:38 WIB

Pada hari Sabtu (1/9) bertempat di Ruang Teater Gedung Thomas Aquinas, Fakultas Hukum dan Komunikasi (FHK) Unika Soegijapranata memperingati Dies Natalisnya yang ke-36 dengan mengadakan Seminar Perempuan dan Disabilitas yang mengangkat tema “Pemimpin Perempuan Menuju Perubahan”.

Dalam seminar tersebut, dihadirkan 2 pembicara yaitu Widarti Gunawan yang menjabat sebagai Editorial Director Femina dan salah satu pendiri Majalah Femina serta Fanny Evrita yang berprofesi sebagai Member of Double D Blogger dan Pengelola Thisable Beauty Product. Seminar juga dihadiri oleh penderita disabilitas dari Rumah Sahabat Difabel dan Himpunan Wanita Difabel.

Diangkatnya tema mengenai perempuan dalam pembahasan seminar bukan tanpa alasan. Alvania sebagai ketua seminar memandang bahwa perempuan sejatinya memiliki kemampuan bekerja sama layaknya kemampuan yang selama ini dianggap hanya milik laki-laki sehingga dalam hal apapun, wanita dapat menorehkan prestasi dengan tidak membatasi dirinya sendiri. Disamping itu juga untuk menjelaskan bahwa kaum disabilitas di Indonesia bukan menjadi kaum yang terbuang dan terbelakang seperti misalnya salah satu narasumber kami, Fanny Evrita yang berhasil bangkit dari kekurangannya dan meraih sukses dengan memiliki brand make up sendiri.

Dalam seminar ini, Fanny berbicara mengenai kepemimpinan pada kaum disabilitas yang didasarkan pada keprihatinannya pada kaum disabilitas karena akses bagi kaum disabilitas di Indonesia masih terbatas, yang menyebabkan terhambatnya pengembangan diri kaum disabilitas.

“Tantangan bagi kaum disabilitas juga datang dari lingkungan dan ekosistem sekitarnya yang tidak mendukung bagi kaum disabilitas. Disini, saya mewakili dan akan berbagi pengalaman serta memberikan motivasi kepada kaum disabilitas agar dapat berkarya dan menjadi pemimpin. Bahkan, sekalipun difabel kalian dapat melakukan sesuatu yang positif dan berdampak pada sosial” jelas Fanny.

Fanny juga salah satu dari kaum disabilitas, saat ini ia bekerja di LSM Disable Enterprise yang memberikan pelatihan bagi kaum disabilitas.  Disamping itu ia sendiri juga memiliki produk kecantikan Disable Beauty Care. Meskipun Fanny dapat digolongkan sebagai kaum disabilitas, namun dalam setiap aktivitasnya di dunia maya baik instagram ataupun video blog, ia tidak pernah menunjukkan kekurangan yang dimilikinya karena menurut Fanny, proses aktualisasi diri tiap orang berbeda sehingga seseorang tidak perlu mengukur perjalanan dirinya ke orang lain karena setiap orang memiliki cerita hidup masing-masing.

“Menurut saya, ketika kita membandingkan kita dengan seseorang yang telah sukses dengan perjalanan hidup yang berbeda, hal inilah yang akan menjadi tekanan bagi kita dan tidak jarang membuat kita semakin stress. Mengenai hal tersebut, saya lebih memilih fokus terhadap apa yang saya yakini dan nantinya kesuksesan dan aktualisasi diri akan mengikuti” tegas Fanny.

Perempuan Mandiri

Di satu sisi, berbicara mengenai inovasi yang dapat dilakukan perempuan, apa yang dilakukan Widarti Gunawan menjadi bukti nyata. Diawali dengan ibunya yang tidak mengijinkan anak-anak perempuannya menikah sebelum memiliki penghasilan sendiri dan perjuangan ibunya untuk menyekolahkan anak-anaknya hingga tingkat sarjana menjadi motivasi sendiri bagi Widarti bahwa menjadi perempuan juga harus mandiri secara ekonomi yang dimulai dengan menyelesaikan pendidikan tertinggi saat itu.

Bersama dengan Mirta Kartohadiprodjo (anak Sutan Takdir Alisjahbana) dan Atiek Makarim (Ibunda Nadiem Makarim), Widarti mendirikan Majalah Femina sebagai gebrakan majalah yang berbicara tentang urusan wanita. Jika sebelumnya, ada 2 majalah yang telah berbicara wanita di Indonesia namun, bagi ketiganya, konten kedua majalah tersebut sudah dianggap usang karena pada saat itu, konten media masih berisikan lanjutan dari masa perjuangan dan kemerdekaan.

“Berkarier di Majalah Femina hingga 46 tahun, membawa banyak pelajaran berharga bagi saya terutama saat saya menjadi pemimpin umum dari seluruh majalah yang dihasilkan oleh grup Femina, dari posisi tersebut saya dapat melihat hambatan dan tuntutan tiap manajemen” jelas Widarti. (Cal)

Kategori: ,