Perkuliahan Yang Menyenangkan
Jumat, 14 September 2018 | 14:25 WIB

Sebagai salah satu wisudawan terbaik dari prodi Magister Arsitektur Fakultas Arsitektur dan Desain lulus dengan IPK 3.83 pada wisuda periode II tahun 2018 Unika Soegijapranata, Robertus Krismanto atau sering disapa Krismanto mengemukakan alasannya memilih Unika Soegijapranata sebagai tempat melanjutkan studi S2-nya.

“UNIKA sudah mempunyai nama sebagai perguruan tinggi, perkuliahan yang menyenangkan, lingkungan kuliah yang nyaman, sehingga tempat kerja saya merekomendasikan untuk studi ke Magister Arsitektur Unika. Selain itu perkuliahan yang diselenggarakan pada waktu sore hari, lebih memudahkan untuk mengatur waktu. Hal lain adalah saya yang berlatar belakang pengajar di Akademi Teknik PIKA Semarang, yang kampus tersebut fokus dalam bidang interior maka studi saya menghendaki yang tidak jauh dari interior,” ungkapnya.

Dalam judul Tesis nya yang mengupas tentang “Makna Elemen Interior Dan Warna Pada Arsitektur Gereja Katolik Inkulturatif Di Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus Ganjuran Bantul”, Krismanto menjelaskan alasannya memilih judul tersebut,

“Gereja HKTY (Hati Kudus Tuhan Yesus) berada di daerah Ganjuran yang merupakan paroki saya berasal, sehingga keinginan menggali budaya setempat, menggali gereja HKTY yang merupakan bangunan inkulturasi budaya Jawa khususnya arsitektur tradisional Yogyakarta, mendorong saya mempersembahkan sedikit ilmu saya dimana daerah tempat saya berasal.”

Mata Kuliah Yang Bervariasi

Lebih jauh Krismanto yang memiliki hobi membaca buku dan olah raga serta lahir di Bantul tanggal 25 Desember 1978 ini, juga membagikan pengalamannya selama kuliah di Magister Arsitektur Unika,

“Perkuliahan di Magister Arsitektur Unika dengan metode studi lapangan membuat tidak jenuh, misalnya dengan studi lapangan ke Lasem, Kota Lama Semarang, Tambak Lorok. Suatu saat perkuliahan dilakukan dengan studi lapangan ke Lasem, bagaimana saya mengetahui dengan melihat langsung keadaan yang ada di sana. Saya mendapatkan pengalaman langsung tentang budaya setempat. Bangunan–bangunan peninggalan lama yang masih terjaga dengan baik. Di samping itu Magister Arsitektur Unika mempunyai mata kuliah yang sangat bervariasi, menuntut mahasiswa harus belajar baik secara mandiri maupun berkelompok. Disamping tugas–tugas kuliah yang begitu banyak, menuntut mahasiswa untuk bekerja ekstra. Namun hal itu dilakukan dengan menyenangkan,” terangnya.

Pada sesi akhir, Krismanto membagikan spirit yang membuat dia bisa berkarya sekaligus studi dengan lancar dan sukses, “Keinginan belajar hal baru itu  membuat saya termotivasi untuk dapat menyelesaikan kuliah dan yang paling penting senantiasa berdoa dan bersyukur kepada Tuhan, maka semuanya akan berjalan dengan baik. Tentu saja juga tidak lepas dari dukungan dari teman–teman dan keluarga,” tutupnya. (fas)

Kategori: ,