Pelajar dan Manajemen Waktu Penggunaan Media Sosial
Rabu, 5 September 2018 | 12:03 WIB

Jawa Pos 5_9_2018 Pelajar dan Manajemen Waktu

Oleh VERONICA KUSDIARTINI *) 

PERKEMBANGAN teknologi memunculkan banyak cara untuk berkomunikasi di antaranya dengan menggunakan media sosial. Andreas Kaplan dan Michael Haentein (2010) mendefinisikan media sosial sebagai sebuah kelompok aplikasi berbasis internet yang dibangun di atas dasar teknologi 2,0, dan memungkinkan penciptaan dan pertukaran user-generated content. Chris Garret (2017) mengatakan bahwa media sosial adalah alat, jasa komunikasi yang memfasilitasi hubungan antar orang satu sama lain dan memilih peminat yang banyak. Dari berbagai pendapat mengenai media sosial, dapat dikatakan bahwa media sosial merupakan alat komunikasi yang dipakai oleh masyarakat dengan menggunakan intemet, di mana masyarakat penggunanya bisa saling berinteraksi dengan sesama pengguna lainnya.

Dalam kehidupan sehari-hari media sosial sulit ditinggalkan bagi semua kalangan, tidak terkecuali pelajar. Sekarang media sosial tidak bisa dilepaskan dari remaja/pelajar, bahkan menjadi suatu kebutuhan pokok. Keberadaan media sosial menjadi problema tersendiri bagi pelajar, sehingga pelajar harus menggunakan media sosial tersebut secara lebih bijak, baik dalam pilihan jenis medsos, hingga pada pengelolaan waktu penggunaan medsos.

Jenis Media Sosial
Banyak ragam/jenis sosial media yang ditawarkan secara terbuka. Seperti dikatakan oleh Kaplan dan Haeniein (2010) ada enam jenis media sosial yaitu Proyek Kolaborasi (wikipedia); Blog dan microblog (twitter); Konten (You Tube); Situs jejaring sosial (facebook); Virtual game world (gim daring) dan Virtual social world (second life). Media yang popular di Indonesia (hildaayu.wordpress. com, 2018) antara lain Facebook, Twitter, Google Plus, Instagram, Pinterest, Tumblr, Flickr, LikedLn, Ask Fm, Social "Chat" Apps. Berdasar hasil pengisian angket yang dilakukan pada sekitar 135 pelajar di Kota Semarang (SMP dan SMA), temyata yang lebih banyak digunakan pelajar dalam penggunaan media sosial adalah Whatts Apps, Instagram, dan berikutnya adalah Facebook. Alasan mereka/sebagai pelajar menggunakan media sosial tersebut, selain banyaknya berbagai kemudahan yang bisa dilakukan dengan berbagai jenis medsos tersebut, kebanyakan pelajar mengatakan bahwa medsos tersebut mereka gunakan baru sebatas sebagai alat komunikasi, dan berbagi informasi.

Bagaimana Pelajar Mengelola Waktu Belajar dan Waktu Penggunaan Media Sosial? Media sosial menawarkan banyak kemudahan yang membuat pelajar menjadi asyik dan betah berlama-lama untuk menggunakannya. Namun demikian, berapa lama masing-masing pelajar menggunakan waktunya untuk bermedia sosial? Berdasar hasil penyebaran angket, temyata kebanyakan pelajar menggunakan waktunya untuk medsos sekitar 3 jam sampai dengan 5 jam. Namur, bila dibandingkan dengan waktu mereka belajar sebanding, bahkan lebih banyak waktu yang mereka gunakan untuk belajar (di atas 5 jam).

Bagaimana mereka mengelola waktu untuk medsos dan untuk belajar? Ada berbagai cara yang mereka lakukan dalam mengatur waktunya, misalnya sore mereka menggunakan waktunya untuk membuka medsos dan malamnya mereka gunakan untuk belajar. Ada pula sebaliknya, sore mereka gunakan waktunya untuk belajar dan malamnya mereka gunakan untuk membuka medsos. Bahkan ada juga pelajar yang dengan tertib menonaktifkan handphonenya ketika sedang belajar. Cara lain yang dilakukan oleh banyak pelajar dalam mengelola waktu adalah dengan menggunakan medsos seperlunya, ada juga yang hanya menggunakan medsos saat waktu luang saja. Namun demikian, hanya ada sebagian kecil pelajar yang menggunakan medsos di saat mereka belajar, karena ada hal-hal yang perlu diketahui terkait dengan materi yang mereka pelajari dengan cara searching/mencari informasi melalui medsos.

Kondisi-kondisi tersebut menunjukkan indikasi bahwa penggunaan medsos bagi pelajar masih sebatas untuk berkomunikasi dan mencari informasi yang sifatnya umum saja (seperti share foto, untuk berkenalan menambah teman, atau bahkan medsos hanya digunakan untuk membeli barang secara online) dan ada juga yang menggunakan medsos hanya untuk mengisi waktu luang saja.

Penggunaan medsos bagi pelajar belum begitu banyak digunakan untuk mendukung proses belajar mereka. Hal ini juga dinyatakan oleh hasil pengisian angket yang sebagian besar alasan penggunaan medsos baru sebatas untuk komunikasi baik dengan teman, keluarga, ataupun dengan kerabat-kerabat mereka. Kalaupun medsos mereka gunakan untuk mendukung proses belajar, tetapi masih sebatas untuk menanyakan tugas-tugas yang diberikan oleh guru belum menyangkut content materi. Kelebihan dan Kelemahan Media Sosial menurut Pelajar.

Pelajar menyadari betul kelebihan dan kelemahan penggunaan media social, seperti yang telah mereka sampaikan. Kelebihan penggunaan medsos menurut sebagian besar pelajar adalah memudahkan untuk berkomunikasi dengan teman, keluarga, sebagai sarana untuk hiburan di waktu luang dan memudahkan untuk mendapatkan informasi khususnya dalam mencari barang yang dibutuhkan dan akan dibeli, dan informasi mengenai tugas-tugas yang diberikan oleh guru. Adapun kelemahan penggunaan medsos bagi pelajar, di antaranya mengganggu/ menyita waktu belajar, medsos sering disalahgunakan untuk menyebarkan berita-berita hoax yang meresahkan masyarakat, mengganggu penglihatan/mata, menambah pengeluaran/ biaya, bahkan kadang dengan penggunaan medsos membuat pelajar jadi kecanduan, dan berdampak pada pelajar juga menjadi malas belajar.

Apa Langkah Bijak yang Bisa Dilakukan Pelajar dalam Penggunaan Media Sosial? Walaupun dalam mengelola waktu antara belajar dan menggunakan medsos sudah dilakukan secara baik oleh pelajar, namun demikian pelajar perlu lebih bijak dalam menggunakan medsos. Medsos semestinya diarahkan
pada kegiatan-kegiatan yang bisa mendukung proses belajarnya. Medsos bukan hanya sebagai alat komunikasi dengan teman, keluarga dan kerabat saja, melainkan juga sarana untuk mencari informasi yang dapat menambah pengetahuan, khususnya pengetahuan yang dibutuhkan terkait dengan materi pelajaran.

Dalam penggunaan medsos, sebaiknya pelajar juga harus menghindari hal-hal negatif yang sifatnya merugikan orang lain. Pelajar perlu menggunakan medsos dengan tepat sehingga tidak mengganggu kesehatan mata dan bisa menghindari kecanduan menggunakan medsos.

*) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unika Soegijapranata Semarang

 

►Jawa Pos • RADAR SEMARANG  5 September 2018, hal. 3, 15

Kategori: ,