Mahasiswa Unika Kembangkan Aplikasi Dukung Dinkes Kota Semarang
Kamis, 27 September 2018 | 19:22 WIB

Mahasiswa Unika Soegijapranata mengembangkan aplikasi “Mapan Sehat” dan “Propilar” berbasis android yang mendukung kerja Dinas Kesehatan Kota Semarang untuk memenuhi target Three Zero. Target Three Zero adalah tidak ada lagi penularan HIV, tidak ada kematian akibat AIDS dan tidak ada stigma dan diskriminasi pada orang dengan HIV-AIDS (ODHA) pada 2030.

Rektor Unika Soegijapranata Semarang Prof Ridwan Sanjaya menyatakan, pengembangan aplikasi berbasis android ini merupakan kerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Semarang dan WHO. Pihaknya dan Dinkes Kota Semarang terus berkoordinasi mulai awal 2018, dalam pembuatan aplikasi tersebut dan dikerjakan sepenuhnya oleh dua mahasiswa Unika Progdi Sitem Informatika, Naftalita Calista Putri dan Andre Kurniawan.

“Hasil dari kerja bareng tersebut dihasilkan dua Aplikasi berbasis Android. Pertama bernama Propilar yang diharapkan dapat membantu Dinas Kesehatan dalam meningkatkan disiplin minum ARV untuk ODHA secara rutin sehingga kondisinya tetap prima dan Mapan Sehat yang diharapkan dapat mendukung petugas dari Dinas Kesehatan dalam menelusuri dan menemukan kasus di masyarakat terkait TBC, HIV dan AIDS,” kata Ridwan di kampus Unika Soegijapranata, Kamis (27/9).

Pihaknya melihat program Eliminasi HIV/AIDS yang ditargetkan pemerintah kota Semarang sangat strategis dan harus didukung oleh semua elemen masyarakat. Namun dengan cara yang biasa, tentunya tidak cukup. Pada era disrupsi sekarang ini, dibutuhkan inovasi yang menyesuaikan jamannya.

Unika Soegijapranata sebagai bagian dari Kota Semarang merasa harus ikut ambil bagian untuk menghubungkan talenta yang dimiliki oleh civitas akademikanya dalam menghasilkan solusi inovatif dalam mensukseskan program eliminasi HIV/AIDS yang ditargetkan pemerintah pada tahun 2030.

Naftalita menyatakan, aplikasi ini merupakan bagian dari skripsinya yang diharapkan bisa menjadi solusi dalam upaya peningkatan kondisi kesehatan di masyarakat. Dampak positif dari aplikasi yang dikembangkan mahasiswa merupakan tuntutan dari program studi Sistem Informasi pada setiap skripsi, bukan hanya menghasilkan alat bantu semata.

Menurutnya aplikasi Propilar akan membantu Dinas Kesehatan dalam meningkatkan disiplin minum ARV untuk ODHA secara rutin sehingga kondisinya tetap prima. Sedangkan aplikasi Mapan Sehat akan mendukung petugas dari Dinas Kesehatan dalam menelusuri dan menemukan kasus di masyarakat terkait TBC, HIV dan AIDS.

Konsultan WHO Slamet Riyadi, menyatakan dukungan WHO kepada karya-karya kreatif dan inovatif dalam menghasilkan solusi kesehatan di Indonesia. Unika Soegijapranata yang aktif dalam melakukan inovasi digital di dunia pendidikan telah membuktikan dirinya bukan menara gading, tetapi juga ikut menyumbangkan talentanya di masyarakat.

“Kami masih melanjutkan kerjasama dengan Unika Soegijapranata dalam program sosialisasi kesehatan kepada masyakat secara digital,” tambahnya.

Peluncuran yang dilakukan oleh Wakil Walikota Semarang Ibu Hevearita Gunaryanti Rahayu ini dilakukan di ruang teater Unika Soegijapranata.

https://www.suaramerdeka.com

Kategori: