Mahasiswa Unika Ikuti Konferensi ASEACCU di Jepang
Senin, 24 September 2018 | 8:56 WIB

Sesuai dengan tradisi, pemenang Student of the Year (SOTY) mendapatkan kesempatan untuk menjadi delegasi kampus ungu dalam konferensi anggota Association of Southeast and East Asian Catholic College and Universities (ASEACCU) yang diadakan setiap tahunnya.

Beberapa waktu lalu, salah satu mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Unika Soegijapranata, Irfan Aditya Setyadji  yang terpilih sebagai Student of The Year 2017 berkesempatan mengikuti konferensi ASEACCU di Jepang, dan membagikan pengalamannya selama mengikuti kegiatan disana.

Di negara yang sering dijuluki sebagai Negeri Sakura ini, lebih tepatnya di  Kota Hiroshima dipilih menjadi lokasi konferensi tahun ini. Tema konferensi ASEACCU 2018 ini adalah “Catholic Education and Peace Initiatives”, tema yang sangat sesuai dengan kota Hiroshima yang merupakan kota simbol perdamaian selepas dijatuhkannya bom atom pada tahun 1945.

Mendatangi Peace Memorial Park dan mendengarkan testimoni dari survivor kejadian pahit tersebut terasa sangat berbeda dibandingkan dengan pelajaran sejarah yang sudah sering kita dengar di sekolah, seolah-olah saya dibawa untuk mengalami kembali kejadian tanggal 6 Agustus 1945. Hampir seluruh kegiatan dalam konferensi berpusat pada diskusi mengenai perdamaian, namun kami juga disuguhi dengan keindahan alam di pulau Miyajima dengan kuil Itsukushima yang seolah-olah mengapung di laut.

Shinkansen atau Bullet Train

Berkunjung ke Jepang tidak lengkap jika tidak merasakan kebudayaan dan kuliner yang kelezatannya sudah diakui dunia. Osaka, Kyoto, dan Tokyo menjadi destinasi saya dalam melancong di Jepang. Shinkansen atau bullet train merupakan sarana transportasi yang banyak dipilih oleh penduduk lokal untuk berpindah dari satu kota ke kota lain, terutama yang berjarak jauh.

Waktu tempuh Hiroshima menuju Osaka dengan menggunakan Shinkansen adalah 1 jam 20 menit. Penduduk Jepang tidak bermain-main dengan budaya ketepatan waktu mereka. Baik kereta luar kota maupun kereta lokal akan berangkat pada waktu yang tercantum di papan informasi, tidak terlalu cepat atau terlambat 1 menit pun. Untuk transportasi lokal seperti kereta Metro dan bus kota, ada 2 pilihan cara membayar, yaitu dengan menggunakan tiket 1 kali perjalanan atau dengan menggunakan kartu Integrated Circuit (IC).

Osaka dan Kyoto

Osaka Castle menjadi salah satu destinasi saya ketika berkunjung ke Osaka. Selain memiliki keindahan alam dan arsitektur yang sangat instagrammable, Osaka Castle juga merupakan lokasi bersejarah tempat pertempuran antara klan Toyotomi dan Tokugawa.

Rasanya belum ke Osaka jika tidak mengunjungi Shinsaibashi di malam hari. Pusat perbelanjaan di Osaka ini menyuguhi pengunjung dengan segala macam barang untuk memuaskan shopaholic. Bagi pecinta kuliner, Dotonbori adalah suatu bagian dari Shinsaibashi yang wajib dikunjungi karena di situ tersedia banyak sekali pilihan kuliner khas Jepang dan mancanegara yang pastinya tidak dapat dicoba semua dalam 1 kali kunjungan.

Kyoto merupakan kota dengan budaya dan tradisi asli Jepang yang masih kental. Fushimi Inari adalah destinasi turis yang sangat terkenal di mana pengunjung dapat menikmati keindahan gunung Inari dan kuil-kuil agama Shinto yang tersebar di area tersebut. Namun yang paling memikat hati travellers adalah deretan torii (gerbang merah) yang menemani pengunjung selama berada di Fushimi Inari.

Tidak lupa saya berkunjung ke Kiyomizu-dera yang merupakan kuil agama Buddha yang terbesar di Kyoto. Kiyomizu-dera di sore hari menyajikan pemandangan matahari terbenam yang indah. Jika mengunjungi Kiyomizu-dera pada waktu tertentu, maka kita dapat dimanjakan dengan berbagai atraksi dan upacara keagamaan yang menarik.

Tokyo

Sebagai ibukota Jepang, Tokyo memang memberikan atmosfer sebagai kota metropolitan yang sangat padat. Bagi travellers yang tidak terbiasa menggunakan kereta subway, maka bersiap-siaplah untuk menghabiskan banyak waktu berkeliling kota bawah tanah Tokyo, terutama di  stasiun besar seperti Stasiun Tokyo, Shinjuku, dan Shibuya.

Shinjuku yang merupakan stasiun terpadat dan tersibuk di Jepang, dan juga Shibuya yang memiliki daya tarik tersendiri bagi pemuda yang menyukai keramaian. Berbelanja dan berkuliner di kedua daerah ini seperti tidak ada habisnya. Shibuya Crossing adalah suatu perempatan besar yang akan nampak seperti lautan manusia saat malam hari.

Karena saya lebih menyukai pemandangan alam dibandingkan dengan hutan beton, saya menyempatkan diri untuk mengikuti tur lokal menuju 5th Station Mount Fuji. Di sepanjang perjalanan saya mengunjungi penanaman anggur dan juga Hakone. Selama 30 menit saya menikmati all-you-can-eat buah anggur yang merupakan salah satu buah andalan Jepang. Ini pertama kali saya memakan buah anggur dengan rasa menyerupai wine manis dan bercita rasa unik. Selain memetik buah anggur, Hakone memberikan pemandangan taman bunga dengan danau Hakone dan Gunung Fuji sebagai latar belakang. Menurut tour guide, Hakone adalah tempat yang tidak membosankan walaupun dikunjungi berulang kali karena memberikan kesan yang berbeda di setiap musimnya.

Tour diakhiri dengan mengunjungi 5th station Fuji yang juga merupakan pos untuk memulai pendakian menuju puncak Gunung Fuji. Meski puncak Gunung Fuji tertutup oleh awan, namun kemegahan Gunung Fuji tersaji dengan cukup jelas sore itu. Sebelum mendaki Gunung Fuji, pendaki dapat bersembayang untuk keselamatan di kuil kecil Fujisankomitake. Pengunjung yang tidak ingin mendakipun masih dapat menikmati keindahan alam pegunungan dan membeli cindera mata di beberapa toko yang ada di pos ini.

Kuil Senso-ji dan Underground Shopping

Kuil Senso-ji adalah kuil Buddha yang tertua di Tokyo. Selain memiliki berbagai toko cinderamata dan makanan ringan yang menarik bagi wisatawan mancanegara, Senso-ji masih rutin digunakan sebagai tempat ritual keagamaan yang juga menjadi daya tarik bagi pengunjung. Selain itu, Kuil Senso-ji ini terletak di kawasan Asakusa yang terkenal dengan bermacam-macam toko dan kuliner.

Sebagai stasiun pusat, Tokyo Station tentunya sangat padat pengunjung setiap saat. Tidak salah jika pengunjung menghabiskan waktu di sini dengan berbagai macam barang dan makanan serta minuman yang dijual. Namun, menurut saya yang menjadikan tempat ini unik adalah adanya toko-toko karakter yang asli dari Jepang dan merchandise yang tidak dapat ditemukan di Negara lain. (fas/Irfan)

Kategori: ,