Mahasiswa Perlu Dibentengi dari Perilaku Korup
Senin, 10 September 2018 | 10:09 WIB

image

Seminar law sociopreneur bertemakan “Mengomunikasikan Integritas” diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Ilmu Hukum, Fakutas Hukum dan Komunikasi Unika Soegijapranata di Ruang Teater, Thomas Aquinas, baru-baru ini.

Guru Besar Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Prof Dr Hibnu Nugroho SH MH menilai, kegiatan ini penting bagi mahasiswa Unika yang akan diberi pemahaman akan nilai-nilai moral, sebelum mereka masuk dunia kerja atau profesi. ”Ini langkah awal membentengi generasi muda dari sifat dan perbuatan tercela. Tanggung jawab perguruan tinggi membentengi para mahasiswa dari perilaku korup, caranya menanamkan sifat jujur,” jelas Hibnu, pakar tindak pidana korupsi yang kerap jadi saksi ahli di KPK.

Sifat jujur adalah sesuatu yang fundamental. Jujur terhadap pribadi serta dalam organisasi itulah yang akan dibawa mahasiswa ke depan, saat mereka bekerja. Tidak perlu mengandalkan panutan, karena negeri ini sedang krisis. ”Panutan kan di atas. Nah yang di bawah inilah harus ditanamkan sifat fundamental. Generasi muda harus benarbenar akuntabilitas, kerja keras, punya kemandirian, serta jangan menjadi generasi yang lemah dan memiliki kecenderungan perilaku menyimpang,” tandas Hibnu.

Narasumber lain yang dihadirkan ialah Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK RI, Dotty Rahmatiasih dan Direktur LBH Mawar Saron Semarang Ester Natalya SH. Menurut Dotty, dari kasus korupsi yang ditangani KPK itu kebanyakan penyuapan, pengadaan barang dan jasa, serta gratifikasi. Mengenai penyuapan, ada sektor swasta dan pemerintah termasuk juga terkait pengadaan barang dan jasa. ”Masalah utamanya memang kurangnya integritas dari pribadi-pribadi, baik penerima maupun yang melakukan suap,” ungkapnya.

Karena itu, KPK berupaya mencegah, melakukan pendampingan, atau pembangunan sistem integritas. Kemudian membekali aparat pemerintah maupun sektor swasta bagaimana bisa berbisnis dengan cara berintegritas. Tidak lagi menyuap atau melakukan gratifikasi. Sebelumnya, Dekan Fakultas Hukum dan Komunikasi Unika Seogijapranata Dr Marcella Elwina Simandjuntak SH CN MHum berharap mahasiswa bisa belajar dari ilmu dan pengalaman yang diberikan narasumber. Dengan demikian, mahasiswa bisa membangun integritas menuju karakter lebih baik.

Suara Merdeka 8 September 2018 hal. 24, https://www.suaramerdeka.com

Kategori: ,