Lokasi Penelitian Mengajarkan Terus Bersyukur
Jumat, 14 September 2018 | 15:16 WIB

Do Your Best! Begitulah motto dari seorang Immanuela Indraningtyas Wulandari atau yang akrab disapa dengan wulan sebagai salah satu wisudawan terbaik dari Program Studi S1 Psikologi Unika Soegijapranata dengan IPK 3,85. Melalui Judul Skripsi Hubungan Keterlibatan Orang Tua dengan Harga Diri pada Anak mampu membawanya menuju gelar Sarjana sekaligus mendapatkan gelar tambahan yaitu Wisudawan terbaik. Menurutnya, dalam setiap hal yang terjadi dalam hidup hendaklah dilakukan dengan maksimal dan disertai dengan doa,

“Dalam setiap hal yang terjadi dalam hidup, lakukanlah yang terbaik karena semua hal tidak akan terulang untuk kedua kalinya. Selalu lakukan terbaik disertai dengan doa, setiap apa yang kita perbuat akan kembali ke diri kita sendiri. Saya sebenarnya tidak menyangka jika menjadi wisudawan terbaik, namun saya mensyukuri segala pemberian dari Tuhan.”

Wulan yang saat ini juga sudah bekerja di sebuah perusahaan menuturkan bahwa proses untuk mendapatkan gelar Sarjana Psikologi cukup panjang dan juga menemui hambatan, salah satunya adalah membagi waktu antara mengerjakan skripsi sambil bekerja. Meskipun mengalami kendala tersebut, tak menyurutkan niat Wulan untuk menyelesaikan kewajiban sebagai mahasiswa tingkat akhir disamping melakukan pekerjaan.

“Sebenarnya kendala yang dialami adalah ketika harus membagi waktu antara bekerja dan mengerjakan skripsi sekaligus mengambil data penelitian untuk skripsi di tempat kerja. Walaupun terkendala hal itu, puji Tuhan Dosen Pembimbing sangat mendukung dengan apa yang saya lakukan dan memberikan waktunya untuk membimbing saya hingga bisa menyelesaikan seluruh proses skripsi ini. Saya belajar banyak dari apa yang saya alami dalam proses ini, termasuk belajar bersyukur dan lebih peduli akan lingkungan sekitar, karena tempat penelitian saya merupakan sebuah sekolah dasar dimana siswa-siswanya berasal dari kalangan menengah kebawah dan mendapatkan pola asuh yang berbeda. Biasanya jika anak yang dididik dari keluarga kalangan menengah ke bawah akrab dengan kekerasan, kurang kasih sayang sehingga mereka lebih memilih ‘turun ke jalan’ daripada bersekolah. Ketika seseorang memandang rendah dirinya maka akan timbul permasalahan di kemudian hari, karena pada dasarnya manusia berusaha untuk membuat diri mereka menjadi lebih baik dan membentuk harga diri yang baik. Saya sangat salut dan bangga dengan dedikasi guru-guru di SD tersebut yang dengan ikhlas dan sabar menuntun mereka serta membantu untuk mendidik kepribadian mereka.”

Prestasi akademik yang dimiliki oleh wulan ternyata juga diimbangi dengan berbagai prestasi non akademik yang diraihnya, ia sendiri tercatat bergabung dalam UKM Gratia Choir dan telah mengikuti berbagai lomba serta berhasil menorehkan prestasi di dalamnya. Selain itu, wulan juga pernah aktif di Komisi II Organisasi, Senat Mahasiswa Fakultas Psikologi Periode 2016/2017 hingga menjadi volunteer dalam sebuah event internasional yaitu Asian Youth Day 2017 di Yogyakarta. Tak berhenti dengan organisasi di dalam Unika Soegijapranata sendiri, wulan juga mengaktualisasikan dirinya melalui kegiatan yang sampai saat ini masih dijalani yaitu menjadi Pengurus Komisi Kepemudaan tingkat Kevikepan Semarang serta menjalani social project yaitu #BukuUntukMereka sebagai gerakan mendonasikan buku bagi taman baca yang ada di Indonesia. (Ign)

Kategori: ,