Dosen Unika Terbitkan Buku “Akuntansi Hijau”
Jumat, 14 September 2018 | 12:41 WIB

image

Dosen senior Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang Prof Dr Andreas Lako menerbitkan buku akuntasi “Akuntasi Hijau: Isu, Teori dan Aplikasi”.

“Buku terbitan Penerbit Salemba Empat tahun 2018 ini sudah terbit dan beredar di pasar. Edisi perdana buku ini dilaunching  saat Simposium Nasional Akuntansi (SNA) ke XXI di Samarinda  6 September 2018 lalu.

Secara umun, buku ini buku pertama di Indonesia yang mengkritisi berbagai kelemahan praktik Akuntansi konvensional dengan segala konsekuensi negatif yang ditimbulkannya kepada masyarakat dan lingkungan semesta alam. Buku ini juga mengkonstruksi Akuntansi Hijau secara terintegrasi berlandasarkan nilai-nilai kasih kepada entitas sendiri dan kepada sesama dan lingkungan demi mencapai keberlanjutan yang bertumbuh dan bermakna bagi semua” ujar Prof Andreas Lako.

Menurut Prof Andreas, secara khusus buku tersebut paling tidak memiliki tiga keistimewaan yaitu mengkritisi factor factor  pemicu dan pemacu eskalasi krisis sosial dan lingkungan yang terjadi selama ini. Buku ini menyimpulkan bahwa selain akibat dari paradigma dan perilaku tamak dan merusak dari para pembangunan dan ekonomi-bisnis (negara, korporasi, rumah tangga, dan para individu), paradigma dan praktik akuntansi yang konservatif yang hanya berfokus pada kepentingan korporasi dan pemilik modal juga menjadi faktor pemicu dan pemacunya.

“Karena itu, akuntansi dan para akuntan harus turut bertanggung jawab serta mencari jalan keluar untuk mengatasi krisis sosial dan lingkungan. Konstruksi “Green Accounting” yang mengintegrasikan kepentingan ekonomi-bisnis, masyarakat dan  lingkungan, serta kepentingan “sustainability” dari lingkungan, manusia, ekonomi-bisnis dan bangsa/negara menjadi sangat penting dan mendesak” ujar Prof Andreas.

Keistimewaan lainnya, buku ini mengoreksi  kelemahan (salah kaprah) dalam paradigma dan praktik pembangunan ekonomi, bisnis, korporasi, manajemen, keuangan dan akuntansi selama ini yang berbasiskan pada prinsip-prinsip dan nilai-nilai sistem kapitalis yang lebih mengutamakan kepentingan pemilik modal dan entitas korporasinya, kepentingan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi negara, dan kepentingan ekonomi dari para individu dan rumah tangga. Prinsip dan nilai tersebut telah mempengaruhi perilaku para individu, rumah tangga, korporasi dan negara dalam berpikir, bertutur kata dan berperilaku tamak dalam mengeksploitasi sesama manusia  dan sumberdaya lingkungan serta merusak lingkungan alam demi meraup keuntungan dan pertumbuhan ekonomi/kapital atau aset.

“Paradigma dan praktik Keuangan dan Akuntansi menjadi alat untuk mewujudkan kepentingan tersebut. Akibatnya,  dalam pengakuan, pengukuran nilai, pencacatan dan pelaporan informasi keuangan (akuntansi) banyak terjadi salah kaprah dan penyesatan informasi yang merugikan banyak pihak” tambah Prof Andreas.

Lebih lanjut menurut Prof Andreas Lako, buku Akuntansi Hijau ini memunculkan sejumlah isu salah kaprah tersebut, mengkonstruksi kerangka konseptual dan basis teoritis serta model praktik Akuntansi Hijau dalam entitas korporasi.

Keistimewaan lain dari buku ini, ujar Prof Andreas, buku ini barangkali buku pertama di Indonesia (dan mungkin juga di dunia)  yang berusaha mengkritisi kelemahan dari paradigma dan praktik ekonomi, bisnis, keuangan dan akuntansi konvensional  serta mengkonstruksi Akuntansi Hijau dengan pendekatan nilai-nilai spiritualitas Kasih Kepada Sesama Manusia dan Lingkungan Semesta Alam sebagai solusinya.

“Saya menamainya sebagai Akuntansi Kasih ….(lawan dari akuntansi kapitalis?). Keunggulan lain buku ini pada gaya penulisan dan tutur bahasanya menggunakan bahasa ilmiah populer sehingga enak dan nyaman dibaca, serta tidak membosankan. Kami berharap buku ini bermanfaat dan memberi kontribusi besar bagi dunia pendidikan akuntansi dan bisnis, profesi akuntan, pelaku usaha dan perusahaan, serta banyak pihak dalam upaya bersama merekonstruksi kembali paradigma ekonomi-bisnis dan korporasi hijau dan paradigma keuangan dan akuntansi hijau dalam upaya  menghijaukan (greening) dan memakmurkan Bangsa dan Tanah Air Indonesia secara berkelanjutan” harap Prof Andreas Lako.

http://www.kampussemarang.com

Kategori: