Dina dan Dini Jadi Wisudawati Kembar Pertama di Unika
Senin, 17 September 2018 | 12:18 WIB

TRB 16_09_2018 Lulusan Kembar Unika

Dwi Dina Oktaviana (24) dan Dwi Dini Oktaviani (24) menjadi pusat perhatian wisudawan-wisudawati dan seluruh tamu undangan yang hadir dalam Wisuda Unika Soegijapranata periode II di gedung Sporthall Unika, Sabtu (15/9/2018).

Menurut Kahumas Unika, Yuwono Agus, mengatakan Dina dan Dini menjadi wisudawati kembar pertama di Unika Soegijapranata.

"Sejauh penyelenggaraan wisuda di Unika, saya tidak pernah menemukan wisudawan kembar, baru ini yang pertama kalinya," ujarnya, Sabtu (15/9/2018).

"Kami berasal dari Kalimantan Selatan, kemudian pindah di Bogor. Ketika ayah kerjanya pindah ke Makassar, kami ikut pindah ke Makassar selama 6 tahun. Setelah itu, ayah pindah ke Semarang tahun 2009. Kami ikut pindah lagi ke Semarang sejak 2009 sampai sekarang," ucap Dina dan Dini saat ditemui di gedung Sporthall Unika, Sabtu (15/9/2018).

Dina dan Dini menjelaskan, pertama kali di Semarang kami sekolah di SMA Kesatrian 1 Semarang. Setelah lulus, kami melanjutkan di Unika karena fakultas hukum Unika berakreditasi A.

"Saya merasa senang kuliah di Unika. Suka duka pasti ada. Sukanya dapat teman baru dan ilmu baru. Dukanya kita susah mendapat nilai sesuai harapan. Hal itu bisa menjadi cerita untuk teman-teman dan anak-anak kelak," tambah Dina dan Dini.

Mereka bercerita, selama menjadi anak kembar kami mudah dikenal orang dan kami merasa have fun saja.

"Kami berpesan agar lulusan Unika harus percaya diri karena lulusan Unika mampu bersaing dengan Universitas lain. Kita tidak perlu malu dari Universitas swasta karena ilmunya tidak kalah dengan universitas negeri," jelasnya.

Mereka menjelaskan, respon orangtua mendukung jika kuliah di swasta karena akreditasinya A. Kami sudah mencari tahu terlebih dahulu tentang fakultas hukum dari kampus Unika sendiri.

"Ayah berprofesi sebagai karyawan swasta. Kami lebih dekat dengan ayah. Dari sisi biaya, memang wajar agak sedikit lebih mahal. Apalagi untuk kami berdua," bebernya.

Menurutnya, orang tua mendukung-mendukung saja. Kami sempat kerja part time di semester akhir untuk membantu orang tua.

"Kami part time apa saja, misalnya menjadi sales promotion girl BCA, Cimory, dan Indosat. Kami jadi mandiri dan bisa mendapat pengalaman bekerja sebelum lulus kuliah,"tambahnya.

Mengenai target ke depan, Dina dan Dini ingin fokus bekerja terlebih dahulu. Setelah bekerja, mereka baru berpikir studi lanjut.

Dina dan Dini merupakan anak kedua dan ketiga dari empat bersaudara. Mereka adalah putri pasangan Amir Purnomo dan Rini Susilowati.

Dina dan Dini wisudawati dari program studi Ilmu Hukum. Dina mengambil judul skripsi “Penegakan Hukum Tindak Pencurian Kendaraan Bermotor Dengan Kekerasan (Pembegalan) Yang Dilakukan Anak di Bawah Umur (Studi Kasus Polrestabes Semarang)”.

Sedangkan, Dini mengambil judul skripsi “Implementasi Pemberian Penangguhan Penahanan Terhadap Tersangka Oleh Penyidik (Studi Kasus Polrestabes Semarang)”.

Selain wisudawan kembar, ada pula Wisudawan Tertua dan Wisudawan Termuda di Unika Soegijapranata.

Wisudawan Tertua yaitu Adiarti Adenan kelahiran Madiun, 30 Mei 1949. Nenek berusia 69 tahun lebih 4 bulan itu lulus dengan IPK 3,00 dari program Magister Teknologi Pangan.

Wisudawan Termuda yaitu Adip Saputro kelahiran Jepara, 16 Juli 1997. Remaja berusia 21 tahun itu lulus dengan IPK 2,90 dari program Sarjana Teknik Informatika.

Rektor Unika, Prof. Dr. F. Ridwan Sanjaya, MS IEC saat ditemui di gedung Sporthall Unika, Sabtu (15/9/2018), mengatakan, dunia ini sekarang sedang mengalami normalitas baru karena semua sudah berubah. Mungkin segala sesuatu yang dahulu dilakukan manual, sekarang dilakukan secara alami.

"Jika lulusan baru tidak siap, maka mereka akan menjadi penonton saja. Mereka harus mampu beradaptasi dan menanggapi perubahan dengan cepat,"jelasnya.

Menurutnya, ada pandangan yang menyesatkan bahwa sekarang yang dibutuhkan kemampuan teknis semata, padahal yang penting itu softskill.

"Orang terpaku hanya pada teknologi informasi, yang terpenting sebenarnya cara mengkombinasikan teknologi informasi dengan kemampuan analisa dan beradaptasi di lingkungan," katanya.

Ridwan menambahkan, kunci keberhasilan yaitu antara semangat dan ketekunan. Mahasiswa dalam jangka waktu yang panjang harus mempunyai ketahanan untuk perubahan. Ketika mereka lulus, mereka bisa survive di dunia kerja.

Unika melepas 439 wisudawan yang kini menyandang gelar Sarjana dan Magister. Mereka berasal dari 9 fakultas yaitu Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Teknologi Pertanian, Teknik, Hukum dan Komunikasi, Psikologi, Bahasa dan Seni, Ilmu komputer, Arsitektur dan Desain serta Pascasarjana.

Wisuda periode II Unika tersebut dihadiri oleh Senat Universitas mulai dari rektor sampai dekan, Wisudawan-Wisudawati dan Orang tua Wisudawan.

 

►Tribun Jateng Minggu 16 September 2018, http://jateng.tribunnews.com.

Kategori: ,