Ciptakan Game Edukasi Polusi Udara
Jumat, 14 September 2018 | 17:26 WIB

Irfan Najmudzin yang merupakan wisudawan terbaik Prodi Sistem Informasi  ini adalah alumnus SMK Negeri 11 Semarang yang lahir pada tanggal 15 Oktober 1995. Irfan merupakan anak keempat dari lima bersaudara putera dari pasangan Darsono dan Mundarti.

Saat ditanya tentang alasan memilih topik skripsi berjudul “Game Polka Sebagai Media Edukasi Polusi Udara”, Irfan menjelaskan tentang media yang bisa digunakan untuk mengenalkan polusi udara pada dunia anak-anak.

“Salah satu bentuk kepedulian saya terhadap dunia anak-anak saya tuangkan dalam skripsi saya. Saya melihat pentingnya pembelajaran mengenai polusi udara dan pentingnya dampak yang disebabkan oleh polusi udara terhadap anak-anak, oleh karena itu melalui media berupa game edukasi saya memberikan ruang kepada anak-anak agar lebih mudah mengenali dampak yang terjadi,” terang Irfan.

Lebih lanjut Irfan juga menjelaskan tentang tantangan dalam pembuatan game nya.

“Tantangan dalam membuat game edukasi yang saya buat adalah sulitnya membuat anak-anak dapat memahami pembelajaran yang ada di dalam permainan yang dimainkan, anak – anak masih terlalu fokus terhadap permainannya,” jelasnya.

Laki-laki yang memiliki hobi bermain bermain komputer dan olahraga ini juga mengungkapkan kesannya ketika menempuh studi di prodi Sistem Informasi Unika, “Yang paling berkesan bagi saya saat kuliah adalah pengalaman saya ketika mendapatkan ilmu baru yang ada pada dunia teknologi,”ungkapnya.

Volunteer Asian Games 2018

Irfan beberapa waktu lalu ternyata juga ikut terlibat sebagai volunteer dalam Asian Games 2018 di Jakarta. Dan saat ditanya tentang kegiatannya tersebut Ia mengemukakan bahwa yang menjadi motivasinya menjadi volunteer Asian Games 2018 adalah ingin menyumbangkan pengalaman yang Ia dapatkan untuk negara Indonesia dan juga karena Ia ingin menjadi bagian dari sejarah untuk menyukseskan Asian Games 2018.

Pada sesi akhir wawancara, Irfan yang bercita-cita ingin menjadi pengusaha menuturkan resep sukses kuliah dan motto hidupnya.

“Bagi saya supaya kuliah bisa berjalan dengan lancar dan sukses adalah dengan cara melawan rasa malas yang ada pada diri kita sendiri, dan motto hidup saya adalah adalah “Kesempatan bukanlah hal yang kebetulan. Kau harus menciptakannya” jadi raihlah kesempatan yang ada dan jangan pernah menyerah karena kesempatan tidak datang kedua kali,” tandasnya. (fas)

Kategori: ,