Buktikan Hukum Tidak Bisa Dibeli
Jumat, 14 September 2018 | 14:51 WIB

Ivan Ricardo Gitowardojo, atau yang akrab disapa Ivan, adalah wisudawan terbaik dari Prodi Ilmu Hukum Fakultas Hukum dan Komunikasi pada wisuda periode mendatang. Pria kelahiran Semarang, 8 Januari 1996 ini merupakan alumni dari SMA Sedes Sapientiae Semarang. Dengan judul skripsi yakni “Pemenuhan Hak Anak untuk Bertemu dengan Salah Satu Orang Tuanya Yang Tidak Mendapatkan Hak Asuh Setelah Terjadinya Perceraian Menurut Pasal 14 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak (Studi Kasus Putusan No.30/Pdt.G/2016/PN.Smg dan Putusan No.45/Pdt.G/2016/PN.Smg)”, dan memperoleh IPK 3.67.

Pria dengan hobi main game dan penyuka musik slow rock ini dulu memilih Unika karena terkenal dengan kedisiplinannya, ”Menurut saya, Unika merupakan perguruan tinggi swasta terbaik di Semarang dan juga karena berlatar belakang pendidikan Katolik yang terkenal dengan kedisiplinannya,” ujar Ivan.

Selain memilih Unika sebagai almamater, putra pasangan dari Sudijono Gitowardojo dan Liliek Christina ini memilih Ilmu Hukum karena ingin membuktikan dan merubah pandangan orang bahwa hukum bisa dibeli. “Keadilan itu diatas segala-galanya dan tidak bisa dibeli dengan uang,” tambahnya.

Selama menyelesaikan studinya di Unika, Ivan adalah mahasiswa yang aktif di beberapa kegiatan baik UKM dan kepanitiaan, mantan ketua UKM Basket Fakultas 2014 ini juga banyak menghabiskan waktu di Unika. Menurutnya, belajar teori saja tidaklah cukup, tetapi juga harus terjun langsung ke lapangan untuk mengetahui prakteknya. Selain pengalaman baru yang ia dapat saat mengikuti kepanitiaan, hal tersebut juga termasuk cara untuk pengembangan diri. “Kepanitiaan cara untuk pengembangan diri dan terbiasa berhadapan dengan orang banyak yang memiliki perbedaan pendapat,” imbuhnya.

Dalam penyelesaian tugas akhirnya, bagi pria dengan motto ‘Jangan pernah menyerah sebelum mencoba’ ini memiliki prinsip yang kuat unruk menyelesaikan skripsinya. “Berusaha semaksimal mungkin, semangat, rajin, dan fokus. Jangan mudah putus asa jika mengalami kesulitan atau hambatan terutama dalam pembuatan skripsi. Tetap semangat dan fokus! ” begitulah yang diungkapkannya mengenai pentingnya semangat dalam mengerjakan suatu pekerjaan.

“Unika bisa dibilang sebagai rumah kedua saya, karena saya lebih banyak menghabiskan waktu di Unika daripada di rumah saya. Istimewa deh Unika itu,” ucapnya.

Saya juga berterimakasih kepada dekan, para dosen, staf dan karyawan, teman-teman dan semua pihak yang telah mendukung saya hingga sampai saat ini, terutama untuk orang tua saya, untuk dosen pembimbing saya Ibu Rika Saraswati, S.H., C.N., M.Hum., Ph.D., dosen penguji Bapak Emmanuel Boputra, S.H., M.H. dan Bapak Venatius Hadiyono, S.H., M.Hum.” tutupnya. (adj)

Kategori: ,